news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Suami Siri Diduga Bunuh Ibu dan Anak di Madiun, Jasad Dibakar hingga Digiling.
Sumber :
  • Syamsul Huda/tvOne

Ketua RT Setempat Bongkar Tabiat Tersangka Kasus Pembunuhan Istri Siri dan Anak Tewas di Madiun

Agung Rusmanto, Ketua RT 24 Kelurahan Winongo, Mangunharjo, Kota Madiun, Jatim, menyebut, DBM, pelaku kasus pembunuhan istri siri dan anak dikenal pendiam.
Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:12 WIB
Reporter:
Editor :

Kota Madiun, tvOnenews.com - Agung Rusmanto, Ketua RT 24 di Kelurahan Winongo, Kecamatan Mangunharjo, Kota Madiun, Jawa Timur, turut menanggapi kasus pembunuhan terhadap istri siri dan anak yang diduga dilakukan oleh seorang suami.

TRIGGER WARNING: Artikel ini berpotensi memicu ketidaknyamanan, terutama bagi penyintas trauma dan penderita gangguan stres pascatrauma (post-traumatic stress disorder/PTSD), karena memuat deskripsi mengenai kekerasan, penganiayaan, dan pembunuhan.

Kasus tersebut menewaskan Dini Hardiyanti (30), istri siri tersangka, serta anak laki-lakinya yang berinisial AGEF (4). Keduanya berasal dari Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sedangkan tersangka yang merupakan suami siri Dini bernama Dwi Bagus Martono alias Tono (40).

Agung Rusmanto mengungkapkan perilaku tersangka dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Ia menjelaskan bahwa Dwi Bagus Martono sebelumnya tinggal di rumah orang tuanya yang berada di Gang Tentrem, Jalan Doho, Kelurahan Winongo, Kecamatan Mangunharjo, Kota Madiun.

"Semenjak orang tuanya meninggal semua itu dia sudah tidak tinggal di sini, tapi alamatnya masih tinggal di sini. Untuk aktivitasnya, dia saat ini berada di Jalan Kunir," ujar Agung saat dihubungi tvOne, Selasa (27/10/2026).

Tersangka Pembunuhan Istri Siri dan Anak di Madiun Dikenal Pendiam

Agung mengaku cukup mengenal sosok Dwi Bagus Martono selama pria tersebut masih beraktivitas di rumah orang tuanya. Menurutnya, tersangka dikenal sebagai pribadi yang pendiam.

Warga sekitar pun tidak pernah menaruh kecurigaan terhadap perilaku Dwi. Mereka justru mengenalnya sebagai sosok yang baik dalam kehidupan bermasyarakat.

"Tapi hanya tegur sapa sama warga. Kalau dilihat dari umumnya, warga lihat dia orang baik," terangnya.

Berdasarkan keterangan warga sekitar, meski cenderung pendiam, tersangka terkadang ikut berkumpul di warung atau menjalani kegiatan ronda di pos keamanan lingkungan (pos kamling).

Namun, Dwi disebut tidak sering berada di rumah. Ia diketahui bekerja di bidang pelayaran sehingga kerap bepergian ke luar kota.

"Ke sini jarang dan kadang-kadang enggak tentu. Paling ke sini cuma bersih-bersih habis itu pulang lagi. Jadi, warga tidak merasa ada kecurigaan apa-apa," tuturnya.

Warga Tidak Mengetahui Peristiwa Pembunuhan

Agung menuturkan, warga sekitar sama sekali tidak menyadari adanya peristiwa pembunuhan tersebut. Mereka juga tidak mengetahui aktivitas tersangka yang diduga menghabisi nyawa istri siri dan anaknya.

"Untuk aktivitas seperti pembakaran, itu warga benar-benar tidak mengetahui," tambahnya.

Selain itu, Agung mengaku tidak mengetahui bahwa Dwi telah menikah siri dengan seorang perempuan asal Kabupaten Bogor. Informasi tersebut baru diketahui setelah kasus pembunuhan itu terungkap.

"Tidak. Saya sendiri itu malah baru tahu kemarin. Maksudnya, untuk nikah siri baru tahu pas ada kejadian ini. Beberapa warga juga tahunya dia nikah sama istri sahnya, Bu Martha. Jadi, kalau dia punya istri siri, warga pun cukup kaget," katanya.

Sebelumnya, Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur, Roy Suhombing, mengungkapkan bahwa peristiwa pembunuhan tersebut diduga terjadi di sebuah kamar hotel di wilayah Madiun.

Berdasarkan hasil penyelidikan, Dini yang merupakan istri siri tersangka diduga menjadi korban pertama. Setelah itu, tersangka diduga menghabisi nyawa anaknya.

Roy menjelaskan, tersangka kemudian diduga menghancurkan jasad kedua korban untuk menghilangkan jejak pembunuhan tersebut.

"Setelah membunuh korban, kemudian membakar, lalu menggiling korban dengan penggilingan daging. Kemudian dibakar di pekarangan rumah pelaku untuk dibuang di laut," kata Roy Suhombing, Senin (26/10/2026).

Roy menambahkan, penyidik masih mencari bagian tubuh korban yang belum ditemukan. Sementara itu, tersangka yang telah diamankan dibawa ke Polda Jawa Timur untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur, AKBP Arbaridi Jumhur, menyebut tindakan tersangka yang diduga menghancurkan jasad korban menyulitkan polisi dalam proses pencarian barang bukti.

Ia menyebut modus tersebut mengingatkannya pada kasus mutilasi koper merah. Dalam perkara ini, tersangka diduga melakukan sejumlah tindakan untuk menghancurkan jasad korban, mulai dari pembakaran hingga penggilingan.

"Gerakannya sama seperti kasus koper merah. Tapi ini lebih kejam. Jasadnya dibakar, dimutilasi, lalu digiling," ujar Jumhur.

"Karena dihancurkan, digiling seperti itu, kita kesulitan menemukan jasad korban. Kita sudah amankan barang bukti dan masih melakukan pengembangan mencari sisa-sisa di sekitar TKP," sambungnya.

Berdasarkan perkembangan penyelidikan, pembunuhan tersebut diduga dilatarbelakangi persoalan rumah tangga yang berkaitan dengan kecemburuan dan dendam. Perselisihan antara tersangka dan korban diduga bermula dari persoalan komunikasi.

"Suami sirinya karena pertengkaran di sebuah hotel di wilayah Madiun Kota, diduga karena cemburu," ucap Jumhur.

(hap)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:02
14:03
08:06
08:08
08:29
08:13

Viral