- Istimewa
Perketat Pengawasan, Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II Gunakan Teknologi Digital
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah Indonesia terus menggenjot penyempurnaan fasilitas Sekolah Rakyat guna menopang akses pendidikan bagi masyarakat.
Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) mengaku tengah menggunakan teknologi Building Information Modelling (BIM) yang terintegrasi dengan Common Data Environment (CDE) PU dalam proyek pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II.
Menteri PU, Dody Hanggodo mengatakan penerapan sistem digital ini ditujukan untuk meningkatkan akurasi perencanaan, memperkuat pengawasan pelaksanaan konstruksi, serta memastikan pengelolaan data proyek berjalan lebih transparan dan akuntabel.
"Kami memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi dalam pengelolaan proyek infrastruktur pendidikan. Infrastruktur dasar seperti gedung sekolah, asrama, fasilitas sanitasi, serta berbagai fasilitas pendukung pembelajaran lainnya harus tersedia secara layak. Ini sangat penting agar anak-anak, khususnya dari keluarga miskin ekstrem, memiliki akses pendidikan yang berkualitas," kata Dody kepada awak media, Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Dody memaparkan melalui teknologi ini informasi yang dibutuhkan dalam perencanaan dan pelaksanaan konstruksi dapat dikelola secara lebih terstruktur untuk mendukung pengendalian mutu, biaya, dan waktu pekerjaan.
Ia meyakini melalui integrasi BIM dengan CDE PU, data dan dokumen proyek infrastruktur Sekolah Rakyat Tahap II dikelola dalam satu ekosistem digital yang mendukung kolaborasi antara pemilik pekerjaan, kontraktor, manajemen konstruksi, konsultan perencana, dan auditor.
Sistem ini memfasilitasi pengelolaan dokumen, alur persetujuan, proses reviu, serta pencatatan isu pekerjaan sehingga koordinasi antarpihak dapat dilakukan secara lebih terukur dan terdokumentasi.
"Penerapan BIM juga memungkinkan pemantauan progres pekerjaan dengan membandingkan model desain 3D dan kondisi pelaksanaan di lapangan. Pemantauan tersebut didukung dokumentasi berupa foto, video, serta kurva S sebagai gambaran perkembangan pekerjaan. Dengan dukungan informasi tersebut, potensi ketidaksesuaian antara rencana dan realisasi dapat diidentifikasi untuk segera ditindaklanjuti," katanya.
Selain itu, kata Dody, implementasi BIM juga diarahkan untuk meningkatkan ketepatan perencanaan dan mitigasi risiko konstruksi.
Menurutnya pemodelan digital membantu pemeriksaan kesesuaian elemen bangunan, sedangkan pengembangan informasi jadwal dan kuantitas pekerjaan melalui BIM 4D dan 5D dapat mendukung analisis waktu serta kebutuhan biaya.
"Pemanfaatannya diharapkan memperkuat pengendalian pelaksanaan proyek sejak tahap perencanaan hingga penyelesaian konstruksi," katanya.
Di sisi lain, Kementerian PU turut melaksanakan pemantauan dan evaluasi data digital melalui indikator kinerja atau Key Performance Indicator (KPI).
Dody menekankan pengelolaan data digital juga menjadi bagian penting dalam proses serah terima pekerjaan.
"Melalui penerapan BIM dan CDE PU pada pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II, Kementerian PU mendorong transformasi digital konstruksi yang tidak berhenti pada pembuatan model bangunan, tetapi menghasilkan manfaat nyata dalam pengawasan, koordinasi, dan pengendalian proyek. Upaya ini diharapkan mendukung pembangunan fasilitas pendidikan yang berkualitas melalui proses konstruksi yang lebih terukur, dan akuntabel," pungkasnya. (raa/muu)