- Antara
Gunung Anak Krakatau Siaga Level III, Wisatawan Hingga Warga Pesisir Diminta Jangan Mendekat
Jakarta, tvOnenews.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD PK) Kabupaten Pandeglang mengeluarkan imbauan tegas bagi masyarakat pesisir menyusul status Gunung Anak Krakatau (GAK) yang masih bertahan di Siaga Level III.
Warga, wisatawan, hingga nelayan diminta untuk tidak nekat mendekati kawasan gunung demi menghindari risiko yang tidak diinginkan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Strategi BPBD PK Pandeglang, Acep Firmansyah, menekankan bahwa radius 5 kilometer dari pusat erupsi harus benar-benar steril.
"Kami minta masyarakat pesisir tidak mendekati kawasan GAK guna menghindari kecelakaan," kata Acep di Pandeglang, Minggu (1/11).
Potensi bahaya yang mengintai di zona larangan tersebut meliputi lontaran batu pijar, hujan abu lebat, aliran lava, hingga potensi erupsi sekunder akibat kontak panas lava dengan air laut atau hujan.
Meski begitu, Acep menegaskan bahwa masyarakat di wilayah pantai Banten dan Lampung tidak perlu panik berlebihan.
Ia meminta warga untuk tetap tenang dan tidak termakan isu hoaks mengenai potensi tsunami akibat erupsi GAK.
"Kami minta nelayan, wisatawan, dan warga agar tidak mendekati kawasan GAK, karena khawatir terdampak bebatuan pijar. Petugas merekomendasikan radius 5 km dari gunung," tambahnya.
Pantauan di lapangan menunjukkan aktivitas warga di sepanjang jalur Pantai Carita menuju Pantai Anyer masih berjalan normal.
Sebagian besar warga mengaku sudah terbiasa dengan fluktuasi aktivitas gunung berapi tersebut.
"Kami tetap tenang, namun tetap waspada adanya aktivitas GAK," ujar Ujang, salah seorang warga lokal.
Pemerintah daerah sendiri telah menyebarkan peringatan kewaspadaan ini ke seluruh lapisan masyarakat, mulai dari aparatur desa, pendaki, hingga pelaku industri pariwisata.
Masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi resmi dari BPBD setempat dan tidak mudah percaya pada kabar burung yang belum terverifikasi kebenarannya. (ant/dpi)