- tvOnenews.com Edit / Syifa Aulia / YouTube tvOneNews
Yakup Hasibuan Sebut Jawaban Jokowi di Sidang Ijazah Luar Biasa, Tegaskan Kebenaran akan Menang
Selain menjelaskan proses penyusunan skripsi, Jokowi turut memberikan klarifikasi mengenai penggunaan jenis huruf atau font Times New Roman dalam dokumen akademiknya.
Ia membantah tudingan bahwa penggunaan font Times New Roman tidak sesuai dengan perkembangan teknologi pada 1985. Jokowi menegaskan bahwa ribuan skripsi mahasiswa pada masa itu, termasuk miliknya, dicetak menggunakan format huruf tersebut.
Penjelasan mengenai proses akademik dan penggunaan jenis huruf tersebut menjadi bagian dari klarifikasi Jokowi untuk menjawab keraguan mengenai keaslian dokumen pendidikannya.
Kembali mengenai tanggapan Yakup Hasibuan, ia mengaku sebelumnya tidak membayangkan Jokowi mampu menjelaskan berbagai fakta tersebut secara begitu terperinci di hadapan persidangan.
“Jadi ya sangat luar biasa. Kami juga sebelumnya tentu tidak membayangkan juga bahwa Pak Jokowi bisa dengan masih detail menjelaskan ini semua. Tapi bagaimanapun kebenaran itu kan akan selalu menang,” tuturnya.
Yakup juga meyakini kehadiran Jokowi secara langsung dalam persidangan dapat memberikan jawaban atas berbagai pertanyaan yang selama ini menjadi misteri di tengah masyarakat.
“Jadi bagaimanapun kami meyakini dengan kehadiran Pak Jokowi tadi itu bisa menjadi jawabanlah dari semua pertanyaan misteri yang selama ini ada,” jelas Yakup.
Meski demikian, Yakup mengingatkan bahwa rangkaian persidangan masih belum sepenuhnya selesai. Masih terdapat sesi lanjutan yang memberikan kesempatan kepada para terdakwa untuk mengajukan pertanyaan kepada Jokowi.
“Tapi lengkapnya nanti mungkin kita tunggu dulu karena ini masih ada sesi dua lagi setelah ini. Nanti juga ada masih ada diberikan kesempatan oleh para terdakwa untuk memberikan pertanyaan-pertanyaan,” ungkapnya.
Kendati demikian, Yakup mengaku puas dengan jalannya sesi pertama persidangan. Ia berharap penjelasan Jokowi dapat memberikan jawaban dan kejelasan bagi masyarakat Indonesia terkait tudingan yang selama ini berkembang.
“Tapi untuk sesi satu tadi kami sangat puas dan mudah-mudahan ini bisa memberikan jawabanlah untuk rakyat Indonesia semua,” pungkas Yakup Hasibuan.
(anf)