news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Asap membumbung ke udara setelah Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan gabungan terhadap Iran, Sabtu (28/2/2026)..
Sumber :
  • ANTARA/Anadolu/py/am.

Spiral Api di Teheran: Sejarah yang Kembali Berulang

Apakah ini sejarah yang berulang? Dulu Washington dan London bersekutu mengguncang Teheran; kini Washington berdiri bersama Tel Aviv.
Senin, 2 Maret 2026 - 16:27 WIB
Reporter:
Editor :

Oleh Rommy Fibri Hardiyanto (Wartawan Senior)

tvOnenews.com - Ledakan di Teheran, Isfahan, dan Qom bukan sekadar bunyi yang memecah langit di siang bolong. Dalam serangan udara yang dilancarkan secara bersamaan oleh Amerika Serikat dan Israel, sejumlah fasilitas strategis di Iran hancur. Korban jiwa mencakup ratusan warga sipil dan militer, termasuk perempuan dan anak-anak, dengan lebih dari 200 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka akibat rangkaian serangan yang tak hanya menimpa infrastruktur pertahanan tetapi juga kawasan pemukiman sipil.

Yang paling mengejutkan dunia adalah konfirmasi pemerintah Iran bahwa Ayatullah Ali Khamenei telah meninggal dunia akibat serangan tersebut, menjadikannya pukulan tak hanya terhadap struktur militer tetapi juga terhadap inti ideologis Republik Islam. Media-media Iran menyatakan bahwa Khamenei “telah mencapai syahid” setelah kompleks kediamannya di Teheran menjadi sasaran utama dalam operasi udara yang disebut oleh penyerang sebagai upaya melumpuhkan kepemimpinan strategis Iran. 

Dalam konteks hukum internasional, sulit menghindari kesimpulan bahwa dalam peristiwa ini Israel dan Amerika Serikat tampil sebagai pihak agresor—melakukan serangan militer ke wilayah negara berdaulat di luar kerangka perang terbuka yang diakui secara formal. Khusus bagi Amerika, tindakan tersebut kembali menghidupkan citra lama sebagai “polisi dunia”: sebuah kekuatan yang merasa memiliki legitimasi moral dan strategis untuk menentukan siapa yang patut ditegur, ditekan, bahkan diserang bila kepentingannya dianggap terancam. Ketika preferensi politik dan kepentingan keamanannya tidak terpenuhi, opsi militer kerap diposisikan sebagai instrumen koreksi. Di titik inilah paradoks global mengemuka: negara yang berbicara tentang tatanan berbasis aturan justru dituduh melampaui aturan itu sendiri.

Sejarah 1953 yang Berulang ke 2026

Apakah ini sejarah yang berulang? Dulu Washington dan London bersekutu mengguncang Teheran; kini Washington berdiri bersama Tel Aviv. Pada 1953, operasi rahasia yang melibatkan Amerika dan Inggris menggulingkan Perdana Menteri Mohammad Mossadegh, menandai intervensi asing besar pertama dalam sejarah modern Iran. Peristiwa ini telah didokumentasikan secara mendalam dalam Mohammad Mosaddeq and the 1953 Coup in Iran, disunting oleh Mark J. Gasiorowski dan Malcolm Byrne, yang menegaskan bagaimana kudeta tersebut menjadi titik balik hubungan Iran dengan Barat.

Berita Terkait

1
2 3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:06
02:00
31:29
06:07
02:10:05
06:57

Viral