news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Dr. Ananda Fortunisa, S.E.,M.Si., CHCA.
Sumber :
  • Istimewa

Menyoroti Cucurella: Redesain Manajemen SDM bagi Spektrum Autisme di Indonesia

Menyoroti Cucurella peduli pada fasilitas pendidikan anaknya yang Spektrum Autism setiap pindah klub, Indonesia harus redesain sistem Manajemen SDM inklusif.
Selasa, 4 Agustus 2026 - 10:40 WIB
Reporter:
Editor :

Oleh: Dr. Ananda Fortunisa, S.E.,M.Si., CHCA
Dosen Manajemen SDM Universitas Bakrie & Ibu Pemerhati Anak Berkebutuhan Khusus

Pelajaran Profesionalisme dan Cinta dari Marc Cucurella

Panggung Piala Dunia 2026 yang baru saja usai menyisakan cerita menarik. Di balik sukses Marc Cucurella membawa Tim Nasional Spanyol merengkuh trofi juara, ada cerita humanis yang menggetarkan. Sebagai bek kiri kelas dunia, Cucurella tidak hanya memikirkan nilai kontrak atau gengsi klub saat mengambil keputusan karier. Pokok pikiran utamanya saat mempertimbangkan tawaran kepindahan klub adalah keberadaan sekolah inklusif dan pusat terapi autisme terbaik bagi buah hatinya yang terdiagnosa Autism Spectrum Disorder (ASD).

Keputusan Cucurella mencerminkan realitas yang dihadapi jutaan orang tua dengan anak autisme di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Kami tidak sekadar mencari penghidupan, tetapi berjuang memastikan anak-anak kami tumbuh dalam ekosistem yang ramah, sistematis, dan menjamin masa depan mereka.

Namun, jika Cucurella beruntung memiliki akses keuangan dan sistem pendukung yang matang di Eropa, bagaimana dengan jutaan keluarga di Indonesia? Ketika anak-anak autisme ini tumbuh dewasa, mereka membentur tembok tebal: minimnya akses sekolah inklusi berbasis metode ilmiah dan ketiadaan sistem penyerapan tenaga kerja yang akomodatif.

Data Demografi dan Kesenjangan Pendidikan Inklusif

Menurut data World Health Organization (WHO), prevalensi autisme global mencapai 1 dari 100 anak. Di Indonesia, berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI serta hasil kajian pakar tumbuh kembang anak, diperkirakan terdapat lebih dari 2,4 juta penyandang spektrum autisme, dengan estimasi penambahan kasus baru mencapai 500 orang setiap tahunnya.

Sayangnya, dari jutaan anak tersebut, akses terhadap pendidikan khusus masih sangat terbatas. Penanganan autisme yang efektif memerlukan metode pembelajaran terstruktur yang teruji secara klinis, di antaranya:

  • Applied Behavior Analysis (ABA): Mengintervensi perilaku dan membangun komunikasi fungsional melalui pembentukan kebiasaan bertahap (chaining & shaping).
  • TEACCH (Treatment and Education of Autistic and Related Communication-Handicapped Children): Menggunakan visual schedules dan struktur fisik ruang kelas yang jelas untuk melatih kemandirian tugas.
  • Picture Exchange Communication System (PECS): Metode pertukaran simbol visual untuk mengakomodasi anak dengan hambatan bahasa non-verbal.
  • Sensory Integration Therapy: Menstabilkan gangguan pemrosesan sensori agar anak fokus dalam belajar.

Berita Terkait

1
2 3 4 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:56
01:31
01:24
06:07
01:27
02:40

Viral