news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Foto Dokumen: Logo Perserikatan Bangsa-Bangsa terlihat di aula Majelis Umum sebelum kepala negara mulai berpidato di Sesi ke-76 Majelis Umum PBB di New York City, AS, 21 September 2021..
Sumber :
  • ANTARA/REUTERS/Eduardo Munoz

Memburu Perempuan Reformis di Jantung Organisasi Dunia

Kapasitas kandidat saja tidak cukup, karena terpilihnya Sekjen PBB sangat bergantung pada konsolidasi dukungan politik negara-negara anggota dan terutama tidak adanya veto dari lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB.
Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:59 WIB
Reporter:
Editor :

Kedua reformasi arsitektur keuangan dunia. Bagi Carolyn dalam (High level panel on the development of a Multidimensional Vulnerability Index: 2024), perlu dan pentingnya mendorong penerapan Multi-dimensional Vulnerability Index (MVI) menggantikan Pendapatan Nasional Bruto (GNI) sebagai tolok ukur bantuan internasional. Carolyn menolak memukul rata kemampuan sebuah negara hanya berdasarkan indikator pendapatan ekonomi makro adalah bentuk ketidakadilan struktural. Negara berkembang dihukum oleh krisis iklim yang tidak mereka ciptakan.

Ketiga tentang inkluisivitas dan keadilan keterwakilan. Carolyn sangat gigih dalam reformasi birokrasi PBB yang memberikan ruang nyata bagi masyarakat adat dan negara-negara kecil (small states). Sebagai anak adat, Carolyn menegaskan bahwa PBB yang efisien adalah PBB yang suaranya tidak hanya ditentukan oleh ukuran tentara atau besar PDB suatu negara, melainkan oleh kekuatan prinsip-prinsip Piagam PBB.

Latar belakangnya sebagai “anak kandung” masyarakat adat membuat ia memiliki sensitifitas yang tinggi atas negara-negara yang sering kali tidak dibicarakan—dalam arti dilupakan—dalam forum global.

Maria Fernanda Espinosa 

Maria Fernanda Espinosa atau yang akrab disapa Mafer adalah salah satu figur paling berpengaruh dalam kancah diplomasi multilateral Amerika Latin.  Mencatatkan sejarah sebagai wanita Latin Amerika pertama yang memimpin Majelis Umum PBB, Espinosa memadukan kepiawaian politik tingkat tinggi, kedalaman akademis di bidang lingkungan/geopolitik Amazon, serta pendekatan budaya yang unik.

Mengutip website resminya, www.maria-fernanda-espinosa.com, sebagai figur yang lahir dari keluarga kelas intelektual kelas menengah-atas di Ekuador, Mafer sangat memiliki apresiasi tinggi terhadap hukum, sastra, dan ilmu pengetahuan. Ayahnya adalah seorang akademisi dan ibunya mendukung kuat pendidikan seni serta sains sejak dini. Ia menikah dengan Eduardo Mangas, seorang diplomat dan penasihat politik senior.

Secara akademik Mafer terbilang cukup fokus pada satu bidang. Hingga meraih gelar Doktoral di Rutgers University, Mafer berfokus pada isu politik dan lingkungan. Kecintaanya kepada sastra sejak kecil, membuat ia memenangkan National Poetry Prize of Ecuador pada 1990. Bahkan karya lainnya dalam bidang lingkungan juga berdasar pada gerakan perlawanan perempuan dan seni dalam kajian antropologis. Ketertarikannya pada literatur membuat ia fasih berbahasa

Berita Terkait

1 2 3
4
5 6 7 8 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:50
02:47
06:54
06:16
06:20
07:15

Viral