news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Foto Dokumen: Logo Perserikatan Bangsa-Bangsa terlihat di aula Majelis Umum sebelum kepala negara mulai berpidato di Sesi ke-76 Majelis Umum PBB di New York City, AS, 21 September 2021..
Sumber :
  • ANTARA/REUTERS/Eduardo Munoz

Memburu Perempuan Reformis di Jantung Organisasi Dunia

Kapasitas kandidat saja tidak cukup, karena terpilihnya Sekjen PBB sangat bergantung pada konsolidasi dukungan politik negara-negara anggota dan terutama tidak adanya veto dari lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB.
Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:59 WIB
Reporter:
Editor :

Kedua mengenai reformasi arsitektur keamanan dan veto dewan keamanan. Mafer Mendesak perombakan struktur Dewan Keamanan PBB yang dinilainya tidak lagi mencerminkan realitas geopolitik abad ke-21. Mafer menegaskan bahwa dunia tidak bisa menyelesaikan krisis masa kini dengan instrumen dan arsitektur yang dirancang pada tahun 1945. Hak veto yang disalahgunakan telah melumpuhkan tugas utama PBB untuk mencegah perang dan penderitaan manusia.

Ketiga, mengenai keadilan iklim dan pakta ekologis global (ecological justice). Mafer mendorong pengakuan hak-hak ekologis dalam sistem hukum internasional dan mempercepat pembiayaan iklim yang adil bagi negara-negara berkembang. Bagi Mafer, krisis iklim bukan sekadar masalah lingkungan; ini adalah krisis ketimpangan dan kedaulatan. Negara-negara yang paling sedikit berkontribusi terhadap emisi tidak boleh menanggung beban finansial terbanyak akibat kerusakan ekologis.

Rebeca Grynspan Paritas

Rebeca Grynspan Paritas atau yang akrab dipanggil Rebeca ini adalah figur yang sangat senior, yang akan berusia 71 tahun pada Desember nanti. Rebeca adalah seorang ekonom politik dan diplomat kelas berat asal Kosta Rika. 
Mengutip Biography of Rebeca Grynspan, Secretary-General of UN Trade and Development (2021), Rebeca berasal dari latar belakang imigran Yahudi Eropa Tengah yang lolos dari Holocaust, Rebeca tumbuh menjadi arsitek kebijakan ekonomi makro Amerika Latin sebelum memegang posisi-posisi puncak di PBB. 

Sebagai seorang perempuan pada eranya, Rebeca berkuliah dan fokus pada sektor ekonomi dan keuangan. Gelar magister ekonomi berhasil diraih di University of Sussex, Inggris. Dan pernah meraih penghargaan Doktor Honoris Causa dari Universidad Europea de Madrid. Selain itu, sebagai seorang akademisi dan praktisi, Rebeca juga banyak berkarya lewat buku, jurnal dan laporan di bidang keuangan dan ekonomi.

Pengalamannya di pemerintahan Kosta Rika telah berjejer panjang. Mulai dari Wakil Menteri Keuangan Kosta Rika (1986-1988). Menteri Koordinator Sektor Sosial dan Menteri Perumahan (1994-1998). Hingga sebagai Wakil Presiden Kedua Kosta Rika (1994-1998): Menjabat pada usia 38 tahun di bawah Presiden Jose Maria Figueres.

Sedangkan karir diplomatnya dimulai sebagai Direktur Regional UNDP untuk Amerika Latin & Karibia (2006-2010) yang bertugas memimpin program pembangunan manusia di seluruh kawasan Pasifik-Atlantik Latin. Lalu Menjadi pejabat nomor dua di badan pembangunan PBB di New York: Associate Administrator UNDP (2010-2014). Hingga dipercaya sebagai Sekretaris Jenderal SEGIB (2014-2021): Memimpin organisasi kerja sama 22 negara Ibero-Amerika.

Berita Terkait

1 2 3 4 5
6
7 8 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:50
02:47
06:54
06:16
06:20
07:15

Viral