news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

2 Pandit yang Kritik Keras Shin Tae-yong Karena Dianggap Salah Strategi Saat Timnas Indonesia Imbang Lawan Filipina.
Sumber :
  • Antarafoto

2 Pandit yang Kritik Keras Shin Tae-yong Karena Dianggap Salah Strategi Saat Timnas Indonesia Imbang Lawan Filipina

2 Pandit kritik keras Shin Tae-yong karena dianggap salah strategi saat Timnas Indonesia ditahan imbang Filipina. Menurut 2 pandit ini, coach Shin Tae-yong ter-
Kamis, 23 November 2023 - 14:54 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Beberapa waktu lalu Timnas Indonesia ditahan imbang Filipina ditahan imbang saat melawan Filipina dalam laga Kualifikasi Grup F Piala Dunia 2026 zona Asia.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Rizal Memorial, Selasa (22/11/2023) malam WIB tersebut, Filipina berhasil menahan imbang Timnas Indonesia dengan skor 1-1. 

Alih-alih menggunakan strategi bertahan, Shin Tae-yong atau pelatih STY justru mendapat kritik keras oleh 3 pandit sepak bola Indonesia.

Padahal, secara kualitas pemain, Skuad Garuda berada di atas Filipina, namun pelatih STY justru malah menerapkan strategi bertahan hingga laga usai.

2 Pandit Kritik Strategi Shin Tae-yong Saat Timnas Indonesia ditahan Imbang Filipina

Dilansir dari berbagai sumber, berikut adalah 3 pandit yang kritik keras Shin Tae-yong karena dianggap salah strategi saat Timnas Indonesia imbang lawan Filipina:

1. Sudirman

2 Pandit yang Kritik Coach Shin Tae-yong, Sudirman, Matan Pelatih Persija Jakarta. Source: Antara

Mantan pelatih Persija Jakarta ini mempertanyakan keputusan Shin Tae-yong yang menerapkan strategi bertahan ketimbang menyerang saat melawan Filipina.

"Saya pikir pertandingan di babak pertama kurang baik di mana kita selalu ditekan sama Filipina," papar Sudirman di akun YouTube Mahardika Entertainment. 

Menurut Sudirman, Filipina tidak sekuat Jepang, Korea Selatan, atau bahkan Irak yang menjadi lawan Indonesia di laga pertandingan pertama.

Bahkan, secara rekor pertemuan pun Elkan Baggott dan kawan-kawan lebih unggul menurut Sudirman.

"Padahal kalau lawan Irak karena masih mungkin kita defend karena Irak merupakan tim yang pernah masuk di Piala Dunia dan di Asia pernah juara," papar Sudirman. 

Menurutnya lagi, kesalahan Timnas Indonesia yang dilakukan yakni membiarkan permainan Filipina berkembang, khususnya pada babak pertama. 

Tercatat, ada lima sampai enam peluang yang diraih Filipina di babak pertama, meski Timnas Indonesia berani untuk menerapkan strategi menyerang.

"Kita memiliki pemain-pemain berkualitas dibandingkan mereka, walaupun mereka  juga banyak naturalisasi," ujarnya.

"Tetapi terlihat sebenarnya kalau kita berani menekan dari awal mungkin hasilnya akan berbeda," sambung Sudirman menambahkan.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

06:24
01:11
03:11
07:15
06:13
15:24

Viral