- instagram @karimbenzema @liverpoolecho
Kiprah Para Muslim di Tim-tim Juara Liga Champions
Paris, Prancis – Liga Champions 2021-2022 bersiap menanti dua klub finalis. Empat semifinalis, yakni Villarreal, Real Madrid, Liverpool dan Manchester City, melibatkan banyak bintang Muslim. Siapa kelak lolos ke final dan melanjutkan cerita tentang peran pemain beragama Islam yang sukses jadi juara?
Semifinal pertama leg kedua, Villarreal kontra Liverpool, terjadi pada Selasa malam, dan Real Madrid versus Manchester City berlangsung pada Rabu malam. Di antara entri sejarah kompetisi tertinggi klub Eropa, sejak memakai format liga pada 1993, ialah kisah para pemain Muslim berstatus sang juara.
Pele Sang Pioner
Abedi Pele, gelandang serang legendaris Ghana, kala Olympique Marseille menjadi juara 1993 ialah pelopor pemain Muslim sukses di Liga Champions. Pele berperan dalam alur serangan Marseille kala mengalahkan AC Milan, 1-0, hingga menjadi klub Prancis pertama menjuarai Champions League.
Setelah Abedi Pele, seorang Bosnia-Herzegovina jadi juara bersama Real Madrid pada awal millennium kedua. Elvir Baljic tidak main dan merupakan cadangan Fernando Morientes, Raul dan Nicolas Anelka pada final musim 1999-2000 kala Madrid menang 3-0 atas Valencia pada duel sesama klub Spanyol.
Setahun berikutnya, Valencia kalah lagi di final, kali ini oleh jagoan Jerman, Bayern Muenchen, pada drama adu penalti. Gelandang serang Hasan Salihamidzic, juga seorang Bosnia-Herzegovina, jadi penendang pertama sukses dari pihak Bayern yang ikut menentukan kemenangan akhir, 5-4.
Zidane Paling Fenomenal
Namun pemain Muslim yang paling fenomenal di kompetisi tertinggi klub-klub Eropa ialah Zinedine Zidane. Playmaker Prancis keturunan Aljazair menjadi penentu gelar juara bagi Real Madrid kala menghantamkan gol voli keras ke gawang Bayer Leverkusen pada final Liga Champions 2001-2002.
Sesudah aksi Zidane pada 2002, sensasi Liverpool sewaktu melakukan comeback gemilang di final 2004-2005 hingga mengalahkan AC Milan dengan drama adu penalti di Istanbul, Turki pun melibatkan seorang Muslim dari Mali. Bek kiri Djimi Traore bermain sejak menit awal sampai pertandingan selesai.
Muslim dalam Hegemoni Barca
Barcelona pun menandai awal hegemoni di Eropa dengan peran Yaya Toure, bek asal Cote d’Ivoire atau Ivory Coast atau Pantai Gading. Yaya Toure, gelandang bertahan, tampil sebagai bek tengah sejak menit awal. Muslim lain ialah gelandang Mali, Seydou Keita, masuk sebagai pengganti mualaf Thierry Henry.