- Instagram/@ataliapr
Mengenang Kebaikan Orang Tua Eril: Ridwan Kamil dan Atalia yang Kasih Bonek Makan hingga Tempat Menginap
Surabaya, Jawa Timur - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama sang istri Atalia Praratya memiliki tempat tersendiri di hati para Bonek Mania. Di tengah suasana duka usai kehilangan putra sulung mereka Emmeril Khan (Eril), keduanya terlihat begitu tabah.
Mengikuti berita keluarga mereka sepekan ini, seketika ingatan penulis kembali ke tahun 2017 silam saat Bonek tengah berjuang mengembalikan status Persebaya. Keduanya menyambut hangat kedatangan hampir 3.000-an suporter asal Surabaya itu.
Ketika kebanyakan kepala daerah memilih defensif dengan datangnya Bonek, keduanya justru membuka pintu selebar-lebarnya. Bak seorang Ayah dan Ibu yang rindu dengan kedatangan anaknya sepulang merantau.
Emil saat itu masih menjabat Wali Kota Bandung. Dengan tangan terbuka ia mempersilakan Bonek menginap di Gor Padjadjaran Bandung dan Gor Takraw Lodaya. Sebanyak 2.000 orang menempati Gor Padjadjaran, sementara sisanya lebih dari 500 orang bermalam di Gor Takraw Lodaya.
“Yth Bonek dari Surabaya. Mohon jaga ketertiban selama kongres PSSI di BDG. Tempat berteduh kami siapkan di GOR Pajajaran & GOR Takraw Lodaya,” tulis Emil di akun Twitter pribadinya.
Tak hanya memastikan Bonek tak kehujanan, Emil juga memastikan perut para musafir dari Kota Pahlawan itu tak kelaparan. “Nanti urusan makan, akan diurus oleh Ibu Walikota BDG dan Ibu Kapolretabes BDG. kasih tau teman2nya. nuhun,” katanya, santun.
Praktis unggahan tersebut direspons untaian doa dari para Bonek yang mungkin ada di antara mereka datang dengan cara estafet: Menggandol truk misalnya. Kalau yang itu sekarang sudah mulai dikurangi dan tak perlu diteruskan. Tapi doa ribuan musafir yang kelaparan dan kedinginan itu membanjiri status Emil.
“Sembah nuwon, pak (Terima kasih, pak” tulis @wawan__. “Matur nuwon pak semoga selalu diberi keberkahan… InsyaAllah kami jaga ketertiban di kota bapak,” cuit @mr_green_1927. Ucapan terima kasih juga banyak datang dari para Bobotoh. “hatur nuhun pak terbaik. Semoga kd ibadah buat bpk dan seluruh warga bdg… semangat saudaraku @persebaya1927ID,” tulis @arpn_t.
Apapun di dunia ini akan sirna kecuali kebaikan-kebaikan yang kita lakukan, akan tetap abadi.
Bandung jadi Saksi Kebangkitan Persebaya
Dalam agenda Kongres Tahunan PSSI saat itu, Andi Peci salah satu pentolan Bonek menyebut pihaknya tidak akan menggelar aksi unjuk rasa di Bandung. “Kami hanya ingin mendengarkan janji PSSI yang akan disampaikan dalam kongres besok untuk memulihkan status Persebaya,” katanya, Sabtu (7/1/2018).
Sebelumnya Bonek menggelar aksi demonstrasi di Jakarta menuntut PSSI agar mencabut sanksi pembekuan atas tim mereka yang sebelumnya dilanda dualisme. “Ini memang rangkaian perjuangan kami. Tapi di Bandung tidak ada rencana unjuk rasa, hanya ingin dengar komitmen PSSI,” terang Andi.
Benar saja, seluruh rangkaian perjuangan panjang Bonek Mania membersihkan nama Persebaya berbuah manis. Pada 8 Januari 2017, PSSI akhirnya mengumumkan pencabutan sanksi pembekuan Persebaya. Green Force kembali bisa berlaga di kancah sepak bola Tanah Air. Tapi klub yang berdiri sejak 1927 itu harus memulai perjalanan mereka dari Liga 2.
Persebaya bersama manajemen barunya hanya butuh satu musim untuk mentas ke Liga 1. Mereka dipastikan lolos ke kasta tertinggi usai memenangi laga semifinal melawan Martapura FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, pada Sabtu (25/11/2017). Bandung lagi-lagi menjadi saksi kebangkitan Bajul Ijo.
Berikutnya Persebaya melaju ke final dan berhadapan dengan PSMS Medan, Selasa (28/11/2017). Dengan penuh percaya diri, anak asuh Alfredo Vera itu unggul dengan skor 3-2 . Piala juara Liga 2 2017 kemudian langsung diarak dari Bandung menuju Surabaya.
Persebaya Kini Ragu Main di Bandung
Masuknya Persebaya dalam Grup C bersama Persib, Bhayangkara FC, dan Bali United membuat manajemen Bajul Ijo khawatir. Bukan soal prediksi sengitnya pertandingan, mereka khawatir Bonek sebagai suporter fanatik Persebaya akan berduyun-duyun datang dari berbagai penjuru memadati Kota Kembang selama fase grup Piala Presiden 2022.
Sebagaimana diketahui hubungan erat antara Bonek dan Bobotoh/Viking -suporter Persib, selalu memicu mobilisasi massa dalam jumlah besar. “Aku gak bisa bayangin kita 10 hari main di sana. Itu bisa bedol desa dari Surabaya pada ke Bandung. Dan selama itu pula ada potensi masalah Kamtibmas,” ungkap Manajer Persebaya Yahya Alkatiri.
Yahya menyebut pihaknya telah bersurat ke PT LIB selaku penyelenggara agar meninjau ulang tempat diselenggarakannya fase grup C. Dirinya berharap panitia dapat lebih luwes dalam menyikapi potensi tersebut mengingat ini merupakan kompetisi pramusim.
“Kami khawatir kalau ada apa-apa ini bisa berimbas ke liga juga,” tuturnya.
Manajemen Green Force mengusulkan agar timnya dipindah ke grup yang bermain di luar Pulau Jawa. Grup B menjadi satu-satunya yang dimainkan di luar Pulau Jawa: Kalimantan. Dalam grup tersebut terdapat Barito Putera selaku tuan rumah, Rans Nusantara FC, Persija Jakarta, dan Madura United FC.
“Tapi kalau memang Persebaya tetap di Grup C, kami mengusulkan tempatnya dipindah ke Surabaya. Kami minta kebijaksanaan LIB mengingat pertimbangan Kamtibmas,” tegasnya.
“Kami minta ada keputusan sesegera mungkin karena ini tanggal 11 sudah main,” tambahnya.
Sementara itu Direktur Persib Teddy Tjahjono menyebut pihaknya siap menjadi tuan rumah Grup C Piala Presiden 2022 kendati terdapat risiko Kamtibmas. “Soal Grup C, kita semua pasti ingin nonton ya. Persib tentu akan mencoba menampilkan yang terbaik. Dan selaku tuan rumah kami juga akan memberikan yang terbaik bagi semua tamu, termasuk Persebaya,” ujarnya dalam konferensi pers Piala Presiden 2022, Senin (6/6).
Apalagi, lanjut Teddy, amanah sebagai tuan rumah bukan merupakan yang pertama kalinya bagi Persib. “Kami punya pengalaman dan bukan hal baru. Jadi kami optimis sekali bisa menjadi tuan rumah yang baik bagi siapapun,” tandasnya.
Dalam ajang yang sama, Piala Presiden 2019. Persebaya pernah menumbangkan Persib Bandung dengan skor 2-3. Tim tuan rumah dipaksa menyerah di depan pendukungnya sendiri pada babak penyisihan Grup A di Stadion Sijalak Harupat Bandung, Kamis (7/3/2019). Jadi masih ragukah Persebaya untuk kembali menjemput kejayaan di Kota Bandung?.
Pembagian Grup Piala Presiden 2022
Pengundian grup turnamen pramusim Piala Presiden 2022 sudah dipastikan bakal berlangsung mulai tanggal 11 Juni 2022. Format pertandingan akan sama seperti kompetisi pramusim sebelumnya.
Terdapat empat klub yang ditunjuk sebagai tuan rumah: Grup A (Persis Solo); Grup B (Borneo FC), Grup C (Persib Bandung), Grup D (Arema FC).
Seluruh kontestan Liga 1 musim ini akan ikut meramaikan Piala Presiden 2022, tak terkecuali dengan Bali United dan PSM Makassar yang akan berlaga di Piala AFC 2022.
Grup A: Persis Solo, PSIS Semarang, Dewa United, Persita Tangerang, PSS Sleman
Grup B: Borneo FC, Barito Putera, Persija Jakarta, Rans Cilegon FC, Madura United
Grup C: Persib Bandung, Bhayangkara FC, Bali United, Persebaya Surabaya
Grup D: Arema FC, Tira Persikabo, PSM Makassar, Persik Kediri.
Jadwal Piala Presiden 2022
Piala Presiden 2022 akan menyajikan 32 pertandingan pada fase grup yang dimulai pada 11 hingga 28 Juni 2022. Dua tim peringkat teratas dari fase grup berhak lolos ke babak perempat final. Mereka akan melakoni sistem single match untuk mencari pemenang.
"Nantinya akan ada dua pertandingan dalam satu hari. Ada yang sore dan malam," kata Direktur Operasional PT LIB, Sudjarno, seperti yang dikutip dari laman Viva.
Pertandingan perempat final rencananya akan digelar pada 1-2 Juli 2022. Kemudian semifinal, dijadwalkan berlangsung pada 6 dan 10 Juli 2022.
Semifinal akan menggunakan format kandang dan tandang. Begitu juga dengan pertandingan final, dimana leg pertama berlangsung pada 14 Juli 2022, dan leg kedua pada 17 Juli 2022. (amr)