news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Logo AFC.
Sumber :
  • AFC.com

Keputusan Aneh AFC Gunakan Ranking FIFA Lama, Timnas Indonesia Diuntungkan atau Rugi?

Keputusan kontroversial datang dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) jelang drawing babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. 
Sabtu, 12 Juli 2025 - 05:52 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Keputusan kontroversial datang dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) jelang drawing babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. 

AFC memilih memakai ranking FIFA edisi 13 Juni 2025 sebagai dasar pot undian, alih-alih ranking terbaru yang dirilis pada 10 Juli 2025.

Ranking FIFA Timnas Indonesia naik
Sumber :
  • tvOnenews.com/Taufik Hidayat

 

Langkah ini pun menuai tanda tanya, terutama karena perbedaan peringkat yang bisa berdampak pada posisi pot beberapa tim peserta.

Ranking FIFA yang dirilis 10 Juli sebetulnya hanya membawa sedikit perubahan dari versi sebelumnya.

Namun perubahan kecil itu ternyata cukup signifikan, terutama menyangkut posisi Arab Saudi dan Irak.

Pada ranking 13 Juni, Arab Saudi duduk di peringkat 58 dunia, sedangkan Irak ada di posisi 59.

Dengan posisi itu, Arab Saudi masuk Pot 1 bersama Qatar (peringkat 54), dan Irak tergabung di Pot 2 bersama Uni Emirat Arab (66). 

Sementara itu, Timnas Indonesia yang berada di peringkat 118 tetap masuk Pot 3, berdampingan dengan Oman yang berada di posisi ke-79.

Para pemain Timnas Indonesia saat merayakan gol.
Sumber :
  • Kita Garuda

 

Namun jika merujuk pada ranking FIFA 10 Juli, posisi Arab Saudi dan Irak bertukar. Irak naik ke peringkat 58, sementara Arab Saudi turun ke posisi 59. 

Artinya, secara logika dan sesuai regulasi FIFA, Irak seharusnya ada di Pot 1 bersama Qatar, dan Arab Saudi bergeser ke Pot 2. 

Tapi karena AFC tetap menggunakan ranking versi lama, susunan pot pun tak berubah, dan Arab Saudi tetap bertahan di Pot 1.

Keputusan ini menimbulkan pertanyaan besar: mengapa AFC memilih untuk tidak memakai ranking terbaru seperti yang dilakukan saat drawing fase ketiga bulan Juni tahun lalu? 

Saat itu, AFC mengacu pada ranking FIFA terbaru yang rilis 20 Juni 2024 untuk drawing tanggal 27 Juni.

Padahal secara waktu, jarak antara rilis ranking 10 Juli dan drawing 17 Juli sangat ideal untuk dipakai sebagai acuan terkini.

Dari sudut pandang Indonesia, keputusan ini bisa dibilang tidak membawa dampak langsung dalam hal posisi pot, karena Tim Garuda tetap berada di Pot 3, baik di ranking 13 Juni maupun 10 Juli. 

Namun secara keseluruhan, keputusan AFC ini berpotensi merugikan tim-tim lain, terutama Irak yang seharusnya bisa mendapatkan lawan lebih ringan jika berada di Pot 1.

Bagi Timnas Indonesia, tantangan berat tetap menanti. Di babak keempat ini, hanya dua tim teratas dari setiap grup yang akan melaju otomatis ke Piala Dunia 2026. 

Timnas Garuda akan berhadapan dengan kekuatan elite Asia seperti Qatar, Arab Saudi, Irak, dan Uni Emirat Arab. 

Potensi menghadapi dua tim dari Pot 1 dan Pot 2 yang punya tradisi kuat di kancah Asia jelas bukan tugas mudah bagi skuad asuhan Patrick Kluivert.

Namun di sisi lain, AFC tampaknya juga memberi keistimewaan terselubung kepada Arab Saudi sebagai tuan rumah babak keempat. 

Dengan memasukkan mereka tetap di Pot 1 meski ranking terbaru menempatkan mereka lebih rendah dari Irak, keputusan ini dapat menimbulkan kesan berat sebelah. 

Dalam sepak bola internasional, faktor undian bisa sangat menentukan arah perjuangan tim menuju putaran final. Maka, ketidaktransparanan seperti ini berpotensi mencederai prinsip fair play.

AFC menjadwalkan drawing babak keempat ini akan digelar di AFC House, Kuala Lumpur, Malaysia pada Kamis, 17 Juli 2025.

Sebanyak enam tim tersisa akan dibagi ke dalam dua grup, dan hasil drawing ini akan sangat menentukan nasib mereka dalam merebut dua tiket tersisa ke Piala Dunia 2026. 

Timnas Indonesia yang berhasil mencetak sejarah dengan lolos ke babak ini untuk pertama kalinya tentu berharap bisa mendapatkan lawan yang seimbang.

Namun dengan keputusan AFC yang menyimpang dari prosedur umum, peluang tersebut bisa saja makin menipis.

Meskipun dalam turnamen internasional, biasanya Pot 1 memang diisi oleh tuan rumah. Arab Saudi dan Qatar pun bertindak sebagai tuan rumah.

Di sisi lain, keputusan AFC untuk memakai ranking FIFA lama justru menimbulkan tanda tanya besar soal konsistensi dan keadilan. 

Apakah ini hanya kesalahan administratif atau ada keuntungan tersembunyi bagi negara tertentu? Yang jelas, Indonesia harus tetap waspada dan tampil maksimal di babak keempat meskipun harus menghadapi rintangan yang lebih berat.

(dwi/yus)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:02
14:03
08:06
08:08
08:29
08:13

Viral