- YouTube FIFA
Federasi Sepak Bola Belanda Buka Suara soal Isu Boikot Piala Dunia 2026 Imbas Ketegangan Politik Amerika
Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) akhirnya angkat bicara terkait mencuatnya isu boikot Piala Dunia FIFA 2026 yang belakangan ramai diperbincangkan di Eropa. Turnamen akbar tersebut dijadwalkan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, namun situasi geopolitik global memunculkan berbagai kekhawatiran serius.
Jakarta, tvOnenews.com - Polemik kian memanas setelah sejumlah negara peserta Piala Dunia berpotensi terdampak kebijakan imigrasi Amerika Serikat. Pendukung dari Iran, Haiti, Senegal, dan Pantai Gading dilaporkan tidak dapat masuk ke AS karena negara mereka masuk daftar larangan penuh maupun sebagian yang diberlakukan Presiden Donald Trump.
Tak hanya itu, pemerintahan Trump juga menangguhkan proses visa imigran dari sekitar 75 negara di dunia. Meski demikian, visa perjalanan jangka pendek masih dikecualikan dari kebijakan tersebut, yang tetap memicu polemik di kalangan komunitas sepak bola internasional.
Situasi ini diperparah dengan meningkatnya ketegangan politik antara Amerika Serikat dan sejumlah negara Eropa. Isu sensitif mengenai rencana Amerika Serikat terhadap Greenland, wilayah otonom yang berada di bawah Kerajaan Denmark, menjadi salah satu pemicu utama kegelisahan.
Laporan media Inggris, The Guardian, menyebutkan bahwa sejumlah negara Eropa mempertimbangkan opsi boikot Piala Dunia 2026 jika aneksasi Greenland benar-benar terjadi.
Bahkan, disebutkan bahwa perwakilan dari sekitar 20 asosiasi sepak bola telah menggelar pertemuan tertutup di Budapest untuk membahas implikasi politik terhadap turnamen tersebut.
Meski demikian, FIFA diyakini menilai kemungkinan boikot secara kolektif sebagai sesuatu yang kecil kemungkinannya terjadi. Federasi sepak bola dunia tersebut disebut masih optimistis bahwa Piala Dunia 2026 tetap berjalan sesuai rencana.
Dalam wawancara resmi di situs KNVB, Sekretaris Jenderal KNVB, Gijs de Jong, menegaskan bahwa pihaknya terus memantau dinamika global yang berkembang.
“Kita hidup di dunia yang berubah dengan cepat,” kata De Jong.
“Oleh karena itu, kami memantau perkembangan internasional secara cermat, dengan berkonsultasi dengan FIFA, UEFA, Kementerian Luar Negeri, dan kedutaan besar setempat," sambungnya.
Ia juga menekankan bahwa fleksibilitas menjadi kunci dalam menyikapi situasi yang terus berubah.
“Kami waspada dan fleksibel, seperti yang telah kami lakukan di masa lalu dengan turnamen-turnamen sebelumnya," ucapnya.
De Jong memastikan fokus utama KNVB tetap pada aspek olahraga dan keselamatan.
“Sebagai sebuah asosiasi sepak bola, prioritas utama kami adalah agar para pemain dan staf dapat sepenuhnya fokus pada sepak bola dan misi mereka di Piala Dunia," katanya.
KNVB, lanjut De Jong, menjunjung tinggi nilai dialog dan koneksi antarbangsa.
“Sebagai sebuah asosiasi sepak bola, kami fokus pada Piala Dunia dan pada nilai-nilai kami: dialog, koneksi, dan inovasi, bahkan ketika keadaan berbeda dari yang ada di Belanda," ucapnya.
Ia juga menegaskan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan pemerintah Belanda dan otoritas sepak bola dunia.
“Kami selalu mengikuti pedoman pemerintah Belanda serta FIFA dan UEFA. Jika mereka menyatakan bahwa perjalanan ke atau bermain di wilayah tertentu tidak diizinkan, kami tidak akan pergi," ujarnya.
“Dalam kerangka itu, kami tetap berpegang pada hal-hal yang menjadi inti kami: sepak bola, dialog, dan koneksi. Kami memiliki kesadaran sosial," pungkasnya.