- REUTERS/Matteo Ciambelli
Gagal Lagi ke Piala Dunia, Haruskah Revolusi Timnas Italia Dimulai dari Juventus?
Jakarta, tvOnenews.com - Timnas Italia gagal lagi ke Piala Dunia untuk tiga edisi beruntun. Di saat bersamaan, penurunan Juventus juga disorot di ranah publik.
Gli Azzurri kandas melalui adu penalti melawan Bosnia dan Herzegovina di Stadion Bilino Polje, Zenica pada Rabu (1/4/2026) dini hari WIB. Kegagalan Francesco Pio Esposito dan Bryan Cristante dalam menyelesaikan tugasnya sebagai eksekutor menjadi akhir untuk segalanya.
Italia sebenarnya sempat unggul melalui Moise Kean di menit ke-15. Namun, kartu merah Alesandro Bastoni di akhir babak pertama telah menyulitkan anak-anak asuhan Gennaro Gattuso.
Hingga menit ke-78, Italia berhasil menahan Bosnia dengan 10 orang. Namun, Haris Tabakovic kemudian menyelesaikan peluang di mulut gawang yang membuat duel berimbang 1-1.
- REUTERS/Matteo Ciambelli
Kegagalan ke Piala Dunia 2026 memperpanjang masa absennya Italia, yang terakhir kali tampil di turnamen ini pada 2014 silam. Mereka juga gagal lolos di babak playoff ketika menghadapi Swedia pada edisi 2018 dan Makedonia Utara pada edisi 2022.
Keterpurukan Italia pada saat ini disoroti dengan kemunduran performa tim-tim top di kancah Serie A. Inter Milan pada saat ini mendominasi dan itu tergambar dari susunan line-up yang diturunkan Gennaro Gattuso semalam.
Tiga pemain Inter Milan menjadi starter, yaitu Nicolo Barella, Alessandro Bastoni, dan Federico Dimarco. Di bangku cadangan, masih ada Francesco Pio Esposito dan Davide Frattesi yang kemudian diturunkan sebagai pengganti.
Juventus diwakili oleh tiga pemain. Namun hanya Manuel Locatelli yang menjadi starter, selagi Federico Gatti hanya menjadi pengganti setelah Bastoni dikartu merah dan Andrea Cambiaso hanya menjadi pemanis di bangku cadangan.
Di ranah publik, perdebatan mencuat dengan menyoroti bagaimana Italia mengandalkan para penggawa Juventus ketika mereka berhasil meraih trofi penting. Pada 1982 misalnya, sebanyak enam pemain Juve menjadi bagian dari skuad pada saat itu.
Itu termasuk kapten Dino Zoff dan striker Paolo Rossi yang menjadi bintang utama Italia menjadi juara di bawah asuhan Enzo Bearzot. Antonio Cabrini, Claudio Gentile, Gaetano Scirea, dan Marco Tardelli merupakan personel lainnya dalam skuad.