news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pelatih Argentina Lionel Scaloni.
Sumber :
  • REUTERS/Paul Childs

Kepulauan Falklands Terseret, Lionel Scaloni Tak Ingin Bawa-bawa Politik di Laga Semifinal Piala Dunia Argentina Vs Inggris

Adalah Kepulauan Folkland, wilayah yang pernah menjadi sengketa antara Inggris dan Argentina, kembali terseret jelang laga semifinal Piala Dunia. 
Rabu, 15 Juli 2026 - 17:32 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Argentina melawan Inggris menjadi laga paling dinantikan. Tak hanya di dalam lapangan, tapi juga di luar lapangan dengan panasnya politik di antara kedua negara. 

Adalah Kepulauan Folkland, wilayah yang pernah menjadi sengketa antara Inggris dan Argentina, kembali terseret jelang laga semifinal Piala Dunia. 

Pertandingan ini akan digelar di Stadion Atlanta, Kamis (16/7/2026) dini hari WIB. Terseret isu politik, pelatih Argentina, Lionel Scaloni meminta suporter untuk tak menyeret politik dalam laga panas ini. 

Lionel Scaloni menegaskan bahwa sejarah kelam tersebut tidak boleh dibawa ke dalam pertandingan sepak bola.

"Kenyataannya ini adalah pertandingan sepak bola. Saya tidak akan mencampuradukkan semuanya, terutama sebagai bentuk penghormatan terhadap apa yang terjadi bertahun-tahun lalu," ujar Lionel Scaloni dikutip dari laman BBC, Rabu (15/7/2026).

Albiceleste bertekad mempertahankan gelar juara dunia, sementara The Three Lions memburu penampilan pertama mereka di final Piala Dunia sejak 1966.

Rivalitas kedua negara tidak hanya dibangun oleh sejarah pertemuan di lapangan hijau, tetapi juga konflik Perang Falkland pada 1982 yang berlangsung selama 74 hari. 

Perang tersebut menewaskan 649 tentara Argentina, 255 personel militer Inggris, serta tiga warga sipil. Hingga kini, wilayah Kepulauan Falkland—atau Las Malvinas menurut Argentina—masih menjadi sengketa kedaulatan antara kedua negara.

"Itu adalah periode yang sangat menyedihkan dalam sejarah kami dan tidak banyak yang bisa kami lakukan mengenai hal itu. Itulah kenyataannya," katanya. 

"Saat ini masih ada perang yang terjadi di berbagai belahan dunia dan kami tentu mengkritik adanya peperangan. Kami pasti mengenang orang-orang yang menjadi korban. Namun ini adalah pertandingan sepak bola dan kita tidak boleh mencampurkan keduanya," lanjutnya.

Lionel Scaloni tentu ingin berpartisipasi untuk menekan tingginya atmosfer jelang laga di antara kedua suporter beda benua ini. Bahkan otoritas Amerika Serikat menerapkan langkah keamanan ekstra mengingat tingginya tensi sejarah antara pendukung Inggris dan Argentina.

Sebelumnya, beberapa pemain Argentina sempat menjadi sorotan usai kemenangan dramatis 3-2 atas Mesir di babak 16 besar. 

Mereka tertangkap kamera menyanyikan chant yang menyinggung Kepulauan Falkland serta menyebut nama dua legenda Argentina, Diego Maradona dan Lionel Messi.

Maradona sendiri menjadi sosok ikonik dalam rivalitas kedua negara setelah membawa Argentina mengalahkan Inggris 2-1 pada perempat final Piala Dunia 1986 lewat gol kontroversial "Hand of God" dan aksi solo fenomenalnya yang kemudian dikenang sebagai "Goal of the Century".

Kini, Lionel Messi berpeluang menambah babak baru rivalitas tersebut. Kapten Argentina itu dipastikan akan menghadapi Inggris untuk pertama kalinya di ajang Piala Dunia.

Penyerang berusia 39 tahun tersebut tampil luar biasa sepanjang turnamen. Messi telah mengoleksi delapan gol, jumlah yang sama dengan striker Prancis Kylian Mbappe, sehingga keduanya memimpin daftar top skor sementara Piala Dunia 2026.

Meski demikian, perjalanan Argentina menuju semifinal tidak berjalan mudah. Juara dunia tiga kali itu harus bekerja keras di setiap fase gugur. Setelah membutuhkan babak tambahan untuk mengalahkan Tanjung Verde di 32 besar, Argentina kembali bermain hingga perpanjangan waktu saat menyingkirkan Swiss yang bermain dengan 10 orang di perempat final.

Lionel Scaloni mengaku sama sekali tidak mempermasalahkan performa timnya selama mampu terus melaju hingga empat besar.

"Jika satu setengah bulan lalu seseorang menawarkan saya bisa mencapai semifinal, saya pasti langsung menerimanya. Jadi saya tidak peduli bagaimana cara kami sampai di sini," kata Lionel Scaloni.

"Saya tidak bisa menyalahkan para pemain saya. Apakah kami lelah atau tidak, saya tidak peduli. Ini adalah semifinal Piala Dunia," tegas pelatih yang membawa Argentina juara dunia pada edisi sebelumnya di Qatar.

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:12
01:26
05:21
06:10
00:56
04:23

Viral