- REUTERS/Hannah Mckay
Berapa Hadiah Juara Piala Dunia 2026? Spanyol Ternyata Kantongi Hampir Rp1 Triliun
tvOnenews.com - Piala Dunia 2026 tidak hanya menghadirkan persaingan sengit di lapangan hijau, tetapi juga menawarkan hadiah dengan nilai terbesar sepanjang sejarah turnamen.
Setelah Spanyol sukses mengalahkan Argentina di partai final dan mengangkat trofi juara dunia, perhatian publik pun beralih pada besarnya hadiah yang diterima sang kampiun.
FIFA memang meningkatkan alokasi dana secara signifikan untuk edisi 2026.
Tidak hanya juara yang memperoleh bonus fantastis, seluruh negara peserta juga mendapatkan kompensasi finansial sejak mengikuti putaran final.
Lalu, sebenarnya berapa hadiah juara Piala Dunia 2026? Berikut ulasan lengkapnya.
Spanyol dipastikan menjadi negara dengan hadiah terbesar setelah keluar sebagai juara Piala Dunia 2026.
- REUTERS/Evan Vucci
Berdasarkan laporan CNBC International, federasi sepak bola Spanyol memperoleh hadiah sebesar US$51 juta atau sekitar Rp918 miliar.
Nilai tersebut menjadi rekor baru dalam sejarah Piala Dunia. Dibandingkan edisi Qatar 2022, bonus bagi juara mengalami peningkatan cukup besar seiring bertambahnya jumlah peserta menjadi 48 tim dan meningkatnya total anggaran hadiah yang disiapkan FIFA.
Sementara itu, Argentina yang finis sebagai runner-up menerima hadiah US$34 juta atau sekitar Rp612 miliar.
Dana tersebut tidak langsung diberikan kepada para pemain, melainkan ditransfer FIFA ke rekening federasi sepak bola masing-masing negara.
Selanjutnya, pembagian bonus kepada pemain, pelatih, maupun staf ditentukan berdasarkan kebijakan internal federasi.
Piala Dunia 2026 menjadi edisi paling mahal yang pernah digelar FIFA dari sisi distribusi hadiah.
Organisasi sepak bola dunia itu mengalokasikan total dana mencapai US$871 juta atau sekitar Rp15,6 triliun untuk seluruh peserta.
Besarnya anggaran tersebut merupakan hasil penyesuaian yang dilakukan FIFA setelah sejumlah federasi, terutama dari Eropa, mengusulkan kenaikan dana akibat meningkatnya biaya operasional turnamen yang berlangsung di tiga negara sekaligus, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Selain hadiah berdasarkan prestasi, FIFA juga memberikan dana khusus untuk membantu persiapan setiap peserta sebelum kompetisi dimulai.
Tidak hanya juara yang memperoleh bonus besar. Seluruh tim yang mampu melangkah jauh di turnamen juga menerima hadiah sesuai pencapaiannya.
Berikut rincian hadiah uang yang diterima setiap posisi:
Juara (Spanyol): US$51 juta (sekitar Rp918 miliar)
Runner-up (Argentina): US$34 juta (sekitar Rp612 miliar)
Peringkat ketiga (Inggris): US$30 juta (sekitar Rp540 miliar)
Peringkat keempat (Prancis): US$28 juta (sekitar Rp504 miliar)
Perempat final (5–8): Masing-masing US$20 juta
Babak 16 besar (9–16): Masing-masing US$16 juta
Babak 32 besar (17–32): Masing-masing US$12 juta
Fase grup (33–48): Masing-masing US$10 juta
Dengan sistem ini, seluruh negara peserta tetap memperoleh pemasukan yang cukup besar meski gagal lolos dari fase grup.
Salah satu perubahan penting pada Piala Dunia 2026 adalah adanya jaminan pembayaran bagi seluruh peserta.
Setiap negara yang lolos ke putaran final menerima dana minimal US$12,5 juta, yang terdiri dari:
- US$10 juta sebagai bonus partisipasi dan fase grup.
- US$2,5 juta untuk mendukung persiapan menjelang turnamen.
Skema tersebut dibuat agar federasi memiliki biaya operasional yang lebih memadai sekaligus meminimalkan potensi konflik terkait pembagian bonus antara pemain dan federasi.
Kebijakan ini juga menjadi peningkatan dibandingkan Piala Dunia 2022, ketika dana persiapan yang diberikan masih sebesar US$1,5 juta dan bonus kelolosan mencapai US$9 juta.
Mengapa hadiah Piala Dunia 2026 meningkat?
Kenaikan hadiah tidak terjadi tanpa alasan. Bertambahnya jumlah peserta dari 32 menjadi 48 negara membuat biaya penyelenggaraan ikut meningkat.
Selain itu, banyak federasi mengeluhkan besarnya pengeluaran selama mengikuti turnamen yang berlangsung di tiga negara dengan jarak antarkota yang sangat jauh.
Biaya transportasi, akomodasi, hingga kewajiban perpajakan di beberapa wilayah menjadi perhatian utama federasi peserta.
Presiden Federasi Sepak Bola Prancis, Philippe Diallo, bahkan secara terbuka meminta FIFA mengevaluasi pembagian hadiah.
"Selama beberapa bulan, saya telah menarik perhatian Presiden FIFA Gianni Infantino mengenai tim Piala Dunia yang tidak dihargai secara layak, dibandingkan dengan apa yang diterima pemenang Piala Dunia Antarklub Chelsea satu tahun lalu,"
Pernyataan tersebut mendorong FIFA menambah alokasi hadiah lebih dari US$100 juta sehingga total distribusi dana mencapai angka tertinggi sepanjang sejarah turnamen.
Selain hadiah uang, FIFA juga memberikan berbagai fasilitas kepada seluruh peserta agar beban operasional federasi tidak terlalu besar.
Beberapa fasilitas tersebut meliputi:
- Tiket pesawat pulang-pergi kelas bisnis menuju lokasi turnamen.
- Akomodasi hotel dan konsumsi bagi delegasi hingga 50 orang.
- Transportasi domestik selama mengikuti kompetisi.
- Kendaraan operasional dan logistik untuk kebutuhan tim.
Di sisi lain, masing-masing federasi tetap bertanggung jawab menyediakan asuransi bagi pemain dan anggota delegasi, serta menanggung biaya tambahan di luar kuota resmi yang ditetapkan FIFA.
Apakah juara membawa pulang trofi asli?
Banyak penggemar mengira negara juara dapat menyimpan trofi Piala Dunia asli untuk selamanya. Faktanya, trofi emas asli tetap menjadi milik FIFA.
Setelah seremoni penyerahan hadiah selesai, negara juara akan menerima replika trofi berlapis emas sebagai kenang-kenangan permanen.
Meski demikian, seluruh pemain dalam skuad juara tetap memperoleh medali emas.
Runner-up menerima medali perak, sedangkan tim peringkat ketiga mendapatkan medali perunggu.
FIFA juga memberikan sejumlah penghargaan individu bergengsi seperti Golden Ball, Golden Boot, dan Golden Glove kepada pemain terbaik selama turnamen.
Walaupun penghargaan tersebut tidak disertai bonus uang tambahan, prestisenya sangat tinggi karena menjadi pengakuan atas performa terbaik di ajang sepak bola terbesar di dunia.
Besarnya hadiah Piala Dunia 2026 menunjukkan bagaimana nilai ekonomi turnamen terus berkembang.
Peningkatan jumlah peserta, hak siar global, sponsor, serta pendapatan komersial membuat FIFA mampu mengalokasikan dana hadiah yang jauh lebih besar dibanding edisi-edisi sebelumnya.
Bagi Spanyol, gelar juara dunia bukan hanya menghadirkan kebanggaan dan sejarah baru, tetapi juga membawa hadiah ratusan miliar rupiah yang akan dikelola federasi untuk mendukung pengembangan sepak bola nasional.
Sementara bagi negara lain, sistem distribusi terbaru memastikan setiap peserta tetap memperoleh manfaat finansial yang signifikan, bahkan jika perjalanan mereka berakhir sejak fase grup.
(tsy)