- Kolase Reuters
Lamine Yamal Terlalu Muda untuk Sukses Sempurna
Jakarta, tvOnenews - Lamine Yamal mencatatkan namanya dalam buku sejarah usai membantu Spanyol juara Piala Dunia 2026 meski gol yang dicetak bukan dari kakinya.
Spanyol muncul sebagai juara setelah mengalahkan Argentina 1-0 lewat babak perpanjangan waktu di Stadion New York, New Jersey, Amerika Serikat (AS), Senin (20/7/26) pukul 02.00 WIB.
Gol tunggal kemenangan Spanyol dicetak oleh Ferran Torres. Keberhasilan Spanyol menjadi yang terbaik membuat nama Lamine Yamal masuk buku sejarah.
Berdasarkan data Squawka, pria 19 tahun itu merupakan remaja pertama dalam sejarah yang memenangi gelar Piala Eropa 2024 dan Piala Dunia 2026.
"Ia telah menuntaskan pencapaian tertinggi dalam sepak bola internasional pada usia yang baru 19 tahun," tulis Squawka.
Lamine Yamal meraih gelar juara Piala Eropa 2024 saat usianya baru 17 tahun. Gelar itu kian paripurna karena sang wonderkid dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik.
Sedangkan, di Piala Dunia 2026, kontribusinya tidak secemerlang saat Piala Eropa 2024. Namun, Yamal hanya mencetak satu gol sepanjang gelaran Piala Dunia 2026.
Piala Dunia mendapatkan para pemenang yang memang pantas mereka dapatkan, dan dalam diri Lamine Yamal, mereka memiliki bintang untuk turnamen-turnamen mendatang, seperti dikutip dari BBC.
Era Piala Dunia Lionel Messi yang tak terlupakan mungkin telah berakhir - tetapi era Lamine Yamal bisa berlanjut untuk waktu yang lama di masa mendatang.