- Instagram - FA Singapura
FIFA Jatuhkan Sanksi Denda hingga Larangan Bermain Seumur Hidup kepada Singapura dan Malaysia Jika Terbukti 'Main Mata' Demi Jegal Timnas Indonesia
Jakarta, tvOnenews.com - Pertandingan Malaysia melawan Singapura di laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 masih menjadi perbincangan setelah Harimau Malaya menang telak dengan skor 6-0 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Kamis (1/10/2026).
Hasil mencolok itu melahirkan beragam spekulasi di media sosial karena Malaysia saat itu sedang terlibat persaingan sangat ketat dengan Timnas Indonesia untuk memperebutkan tiket menuju final.
Malaysia memang membutuhkan kemenangan dengan margin sebesar mungkin karena perolehan poin dan selisih gol mereka bersaing ketat dengan Timnas Indonesia.
Malaysia terus mengejar gol dan berhasil mencetak tiga gol dalam 17 menit terakhir sebelum akhirnya tetap gagal lolos setelah Indonesia mengalahkan Bangladesh 9-2.
- tvOnenews.com - Ilham Giovanni
Timnas Indonesia akhirnya menjadi juara Grup A setelah sama-sama mengoleksi tujuh poin dan memiliki selisih gol +9 dengan Malaysia.
Garuda berhak ke final karena unggul produktivitas gol, sementara Malaysia harus puas melanjutkan turnamen ke pertandingan perebutan tempat ketiga.
Di tengah situasi tersebut, muncul pertanyaan mengenai hukuman yang mungkin dijatuhkan FIFA apabila suatu saat terdapat bukti bahwa dua tim sengaja bekerja sama untuk memengaruhi hasil pertandingan.
Jawabannya ternyata tidak main-main karena tindakan semacam itu dapat masuk ke dalam kategori manipulasi pertandingan atau match manipulation berdasarkan regulasi FIFA.
- FIFA.com
FIFA menjelaskan manipulasi pertandingan sebagai tindakan memengaruhi atau mengubah secara tidak sah jalannya, hasil, maupun aspek lain dari suatu pertandingan melalui tindakan ataupun pembiaran.
Motifnya juga tidak harus berkaitan dengan perjudian atau keuntungan finansial karena manipulasi demi memperoleh keuntungan olahraga, termasuk membantu suatu tim lolos dalam kompetisi, masuk dalam cakupan tersebut.
Artinya, praktik “main mata” bisa menjadi persoalan serius apabila terbukti terdapat kesepakatan untuk sengaja kalah, membiarkan lawan mencetak gol, bermain buruk dengan sengaja, atau tidak melakukan tindakan yang semestinya dilakukan.
FIFA bahkan mencantumkan tindakan sengaja bertahan buruk atau sengaja memberikan keuntungan kepada lawan sebagai contoh perilaku yang dapat berkaitan dengan manipulasi pertandingan.
Ancaman hukumannya diatur dalam Pasal 20 FIFA Disciplinary Code yang berlaku pada 2026 dan masuk dalam FIFA Legal Handbook terbaru.