- instagram Dean James
Ancaman Besar dari KNVB: 133 Laga Terancam Diulang Gara-Gara Kasus Dean James?
Lebih jauh lagi, KNVB mengungkap kemungkinan ekstrem: sebanyak 133 pertandingan Eredivisie musim 2025/2026 harus diulang. Angka ini tentu sangat besar dan hampir mustahil direalisasikan, mengingat kompetisi akan segera berakhir.
Jika dibandingkan, pengulangan satu atau dua pertandingan mungkin masih bisa dilakukan. Namun, mengulang ratusan laga jelas akan menjadi skandal besar dalam sejarah sepak bola Belanda.
KNVB Khawatir Liga Tidak Selesai, Dunia Ikut Sorot
Perwakilan Dewan Kompetisi KNVB, Marianne van Leeuwen saat diwawancara ESPN menegaskan bahwa, situasi ini bisa berujung pada kegagalan penyelesaian liga musim ini. Ia menyebut bahwa efek domino dari kemenangan NAC Breda akan sangat sulit dikendalikan.
- instagram Dean James
“Kami pikir kekacauan akan terjadi karena begitu banyak klub lain yang telah mengajukan keberatan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, “Jika NAC menang, klub-klub lain juga akan mengajukan proses pengadilan singkat (kortgeding) dan sejenisnya. Itu bisa berarti kompetisi tidak dapat diselesaikan.”
KNVB juga menekankan bahwa isu kewarganegaraan dan paspor merupakan hal sensitif yang berkaitan dengan privasi pemain dan klub.
“Saya rasa kami tidak lalai. Kewarganegaraan adalah masalah yang sangat sensitif terhadap privasi. Pertama untuk para pemain, kedua untuk pemberi kerja, yaitu klub,” lanjut Van Leeuwen.
Kasus ini pun tak hanya menjadi perhatian di Belanda, tetapi juga mendapat sorotan dari media internasional seperti The Athletic, Euro News, hingga DAZN. Hal ini menunjukkan betapa besarnya dampak dari polemik paspor Dean James terhadap sepak bola global.
Kini, semua mata tertuju pada Pengadilan Utrecht yang dijadwalkan mengumumkan putusan pada Senin, 4 Mei 2026.
Keputusan tersebut akan menjadi penentu arah nasib Dean James, KNVB, serta kelangsungan kompetisi Liga Belanda musim ini.
Di tengah ketidakpastian ini, publik Indonesia juga menanti kabar baik, berharap kasus paspor Dean James tidak berdampak negatif terhadap karier pemain Timnas Indonesia di kancah internasional. (udn)