news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Eks Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong.
Sumber :
  • Tangkapan layar youtube Mansion Sports FC

Daftar Penyesalan Shin Tae-yong di Balik Gagalnya Mimpi Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026

Shin Tae-yong tak menampik adanya sejumlah momen yang menjadi penyesalan terbesarnya selama menangani Timnas Indonesia. Jika melihat statistik, Indonesia mampu
Selasa, 5 Mei 2026 - 23:13 WIB
Reporter:
Editor :

1. Kekalahan Kontroversial vs Uzbekistan (Piala Asia U-23 2024)
Laga semifinal melawan Uzbekistan menjadi salah satu momen paling membekas. Shin menilai keputusan wasit sangat memengaruhi hasil pertandingan.

“Mungkin lawan Uzbekistan, ketika Piala Asia U-23 di semifinal kalah. Kalau ada wasit yang lebih baik, mungkin kita bisa lolos dengan momen yang menjadi sejarah untuk Indonesia,” ungkap Shin Tae-yong melalui penerjemahnya.

Jika melihat statistik, Indonesia saat itu mampu memberikan perlawanan sengit. Namun, keputusan-keputusan krusial di lapangan membuat peluang emas menuju final sirna.

2. Drama Imbang 2-2 vs Bahrain yang Sarat Kontroversi
Penyesalan berikutnya datang dari laga melawan Bahrain di Kualifikasi piala dunia 2026. Pertandingan yang berakhir 2-2 itu diwarnai keputusan kontroversial wasit Ahmed Al-Kaf.

“Itu kan semua orang tahu, perbuatan wasit, udah ada niatnya dari wasit,” tegas Shin.

Ia juga menyoroti tambahan waktu yang dinilai tidak masuk akal.

“Tetapi pertandingan tersebut, itu nggak mungkin ya, tambahan waktu menit, tapi menjadi 9, itu kan mukjizat. Coach bingung dengan keputusan wasit, kenapa bisa begitu.”

Gol penyeimbang Bahrain di menit akhir menjadi pukulan telak yang menghambat langkah Indonesia.

Timnas Indonesia di kualifikasi piala dunia 2026 round 4
Sumber :
  • instagram Ole Romeny

3. Mental dan Fisik Pemain yang Belum Stabil
Selain faktor eksternal, Shin Tae-yong juga menyoroti masalah internal tim.

“Ada permasalahan mental di pemain-pemain Indonesia. Jadi, pertama kali saya datang ke Indonesia, saya memperbaiki mental para pemain dan juga fisik pemain.”

Ia menilai bahwa kemampuan individu pemain Indonesia sebenarnya sangat baik, namun tidak didukung kondisi fisik yang optimal.

“Kemampuan individu mereka sangat baik, tetapi tidak ada fisik yang baik. Akibatnya mereka tidak bisa menampilkan yang terbaik.”

Dalam perbandingan dengan tim-tim Asia lainnya, aspek fisik dan konsistensi mental menjadi pembeda utama di level internasional.

Babak Baru Shin Tae-yong dan Harapan untuk Masa Depan

Kini, setelah tidak lagi menangani Timnas Indonesia, Shin Tae-yong memulai babak baru sebagai penasihat teknik di Timnas 7 Football Indonesia. 

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:35
02:50
04:42
00:59
01:38
05:04

Viral