- FIFA
Presiden FIFA Gianni Infantino Buka Suara Soal Berbagai Polemik Piala Dunia 2026: Kami Mencoba Menyelesaikan Semuanya
Wasit Terbaik Afrika Gagal Bertugas
Kontroversi terbaru yang mencuat menjelang kick-off Piala Dunia 2026 adalah penolakan masuk terhadap wasit asal Somalia, Omar Artan.
Padahal, Artan merupakan peraih predikat wasit terbaik Afrika tahun 2025 dan telah dijadwalkan untuk bertugas pada ajang tersebut.
Penolakan itu membuat Artan gagal ambil bagian dalam Piala Dunia 2026. Kasus tersebut kemudian memancing reaksi luas karena menyangkut perangkat pertandingan yang telah mendapatkan penugasan resmi dari FIFA.
Situasi ini juga membuat FIFA menjadi sasaran kritik. Banyak pihak menilai federasi sepak bola dunia seharusnya mampu menjamin kelancaran mobilitas seluruh elemen yang terlibat dalam turnamen, termasuk wasit dan ofisial.
Namun, FIFA menegaskan bahwa kewenangan terkait izin masuk dan kebijakan perbatasan tetap berada di tangan pemerintah masing-masing negara.
Gianni Infantino: FIFA Bukan Penguasa Dunia
Dalam konferensi pers yang dikutip dari RTE, Gianni Infantino mengaku prihatin atas nasib Omar Artan yang gagal menjalankan tugasnya di Piala Dunia 2026.
"Sangat disayangkan apa yang terjadi dengan wasit dari Somalia (Omar Artan)," kata Infantino.
Meski demikian, pria kelahiran Swiss tersebut menegaskan bahwa FIFA tidak memiliki kendali penuh atas seluruh aspek penyelenggaraan turnamen, khususnya yang berkaitan dengan kebijakan negara tuan rumah.
"Sekali lagi, kami tidak mengendalikan segalanya. Kita mencoba berdiskusi, kita berbicara. Terkadang lebih baik juga untuk bersantai."
Ia menambahkan bahwa FIFA terus berupaya mencari jalan keluar atas setiap persoalan yang muncul. Namun menurutnya, tekanan dan kemarahan tidak akan membantu proses penyelesaian masalah.
"Kami mencoba menyelesaikan semuanya, (tetapi) berteriak dan membentak, itu kebalikan dari menemukan solusi."
Infantino kemudian menegaskan bahwa FIFA bukanlah lembaga yang memiliki kewenangan untuk mengatur pemerintahan atau aparat suatu negara.
"Kami selalu mencoba menemukan solusi, (tetapi) kami bukanlah raja dunia yang dapat memerintah pemerintah, pasukan polisi."
"Kami adalah sebuah organisasi dengan sumber daya yang kita miliki untuk melakukan sebanyak mungkin," pungkasnya.
Terlepas dari berbagai kontroversi yang mewarnai persiapan turnamen, Piala Dunia 2026 tetap resmi dimulai. Edisi kali ini mencatat sejarah baru dengan melibatkan 48 negara peserta, meningkat 50 persen dibandingkan Piala Dunia 2022 yang hanya diikuti 32 tim.