news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasii half time show di Piala Dunia.
Sumber :
  • REUTERS/Raquel Cunha

Half Time Show Ala Superbowl, FIFA Dapat Dukungan Ubah Regulasi Durasi Waktu Jeda Babak Final Piala Dunia 2026

Di tengah kritik yang bermunculan, salah satu tokoh industri penyelenggaraan acara dunia justru memberikan pembelaan penuh terhadap langkah FIFA mengubah waktu jeda istirahat antar babak dari 15 menit menjadi 25 menit.
Rabu, 15 Juli 2026 - 22:24 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - FIFA resmi mengubah regulasi durasi waktu jeda antar babak final Piala Dunia 2026 demi menghadirkan acara hiburan Half Time Show ala Superbowl

Di tengah kritik yang bermunculan, salah satu tokoh industri penyelenggaraan acara dunia justru memberikan pembelaan penuh terhadap langkah FIFA mengubah waktu jeda istirahat antar babak dari 15 menit menjadi 25 menit.

FIFA telah mengonfirmasi bahwa final Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, Senin (20/7/2026) dini hari WIB, akan menghadirkan half-time show berdurasi sekitar 11 menit dengan penampilan sederet bintang dunia seperti Madonna, Shakira, dan Justin Bieber.

Namun, kehadiran konser tersebut diperkirakan membuat jeda antara babak pertama dan kedua berlangsung lebih lama dari ketentuan resmi Laws of the Game yang menetapkan waktu istirahat selama 15 menit.

Kebijakan itu menuai kritik dari sejumlah pihak yang menilai FIFA telah mengorbankan tradisi sepak bola. Meski demikian, CEO Identity sekaligus pakar penyelenggaraan event internasional, Michael Gietzen, justru menilai FIFA mengambil keputusan yang tepat.

"FIFA benar memperpanjang waktu jeda dan orang-orang yang mengeluh telah kehilangan inti persoalannya," kata Michael Gietzen dikutip dari laman Independent, Rabu (15/7/2026).

Menurut Gietzen, final Piala Dunia bukanlah pertandingan biasa sehingga layak diperlakukan secara berbeda dibanding laga sepak bola pada umumnya.

"Sepak bola memiliki ritme dan aturannya sendiri dan tentu saja itu penting. Tetapi final Piala Dunia bukanlah pertandingan yang terjadi setiap saat," sambungnya.

"Itu hanya berlangsung sekali setiap empat tahun dan disaksikan oleh penonton terbesar yang bisa diraih sebuah ajang olahraga. Memperlakukan pertandingan itu seperti laga akhir pekan biasa justru merupakan sebuah kesalahan, bukan karena adanya pertunjukan saat jeda," katanya mengingatkan.

Ia juga menegaskan bahwa pertunjukan di tengah pertandingan justru bisa menjadi bagian dari sejarah yang melekat dalam ingatan para penonton.

"Pertunjukan half-time yang bagus bukanlah gangguan bagi sepak bola. Justru itu menjadi salah satu alasan orang akan selalu mengingat di mana mereka berada saat menyaksikannya," kata Michael Gietzen.

Dia menyebut tambahan waktu tersebut bukanlah sebuah kompromi yang harus diributkan. Melainkan bagaimana FIFA mengemas Piala Dunia layaknya sebuah budaya olahraga yang harus dikenang sepanjang masa.a 

"Kaum puritan mungkin menganggap ini sebagai bentuk pengurangan nilai sepak bola. Saya justru melihat FIFA sedang mengejar apa yang telah lama diinginkan sebagian besar penonton. Final seperti ini hanya datang sekali dalam empat tahun. Jika bermain aman, maka FIFA justru menyia-nyiakan momen tersebut," katanya menyindir para kritikus.

Final Piala Dunia 2026 dipastikan akan menjadi salah satu penutupan turnamen paling meriah sepanjang sejarah. Selain Madonna, Shakira, dan Justin Bieber yang tampil dalam half-time show, upacara penutupan juga akan dimeriahkan aktor Hollywood Tom Cruise, penyanyi Robbie Williams, Jennifer Hudson, Nicole Scherzinger, Laura Pausini, hingga kreator konten IShowSpeed.

Upacara penutupan dijadwalkan berlangsung sekitar 90 menit sebelum sepak mula pertandingan. Jennifer Hudson juga akan membawakan lagu kebangsaan Amerika Serikat sebagai bagian dari rangkaian acara.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:12
01:26
05:21
06:10
00:56
04:23

Viral