- AFC
Pelatih Melbourne Victory Kaget Bandung Adem, Terbayang Karhutla dan Kelembapan Tinggi Ketika Hadapi Persib
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Melbourne Victory, Givanni Savarese mengaku terkejut dengan kondisi di Bandung yang tak sesuai dengan perkiraannya. Di tengah pemberitaan soal kebakaran hutan lahan dan isu cuaca ekstrem di Indonesia, ternyata Giovanni Savarese mengaku kerasan selama berada di Bandung.
Melbourne Victory akan menjalani laga pekan ketiga babak penyisihan Grup E AFC Champions League Two 2026-2027 sebagai lawan dari Persib Bandung. Sebagai tim tamu, Melbourne Victory akan mencicip laga dengan dukungan ribuan Bobotoh ketika melawan Persib Bandung di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu (28/10/2026).
Giovanni Savarese, mengaku cukup terkejut dengan kondisi cuaca yang dirasakannya di Bandung menjelang menghadapi Persib. Alih-alih terganggu kelembapan tinggi seperti yang dibayangkan sebelumnya, juru taktik asal Venezuela itu justru menilai situasi di Bandung lebih bersahabat.
Melbourne Victory datang dengan pengalaman menghadapi kondisi lembap saat menjalani pertandingan di Vietnam. Savarese menyebut cuaca Bandung sejauh ini tidak memberikan persoalan sebesar yang mereka bayangkan sebelum tiba di Indonesia.
"Jadi, di satu sisi, saya rasa hujannya tentu sedikit berbeda dengan tempat asal kami di Melbourne. Tetapi saya rasa kondisinya lebih baik dari yang kami perkirakan," ujar Giovanni Savarese.
Sebelum menatap Persib, Melbourne Victory kesulitan ketika menantang The Cong Viettel FC di Vietnam pada beberapa pekan lalu. Hasil imbang pun diraih tim setelah kesulitan aklimatisasi dengan cuaca di Vietnam.
"Ketika kami pergi ke Vietnam dan merasakan kelembapannya, itu sedikit lebih sulit. Sebenarnya, kami merasa situasinya lebih baik di sini," lanjutnya.
Meski demikian, ada satu hal yang membuat pelatih Melbourne Victory tersebut memberikan perhatian khusus, yakni kualitas udara di Indonesia.
Giovanni Savarese mengaku mengetahui adanya kebakaran hutan dan berharap kondisi tersebut tidak mengganggu kesehatan masyarakat maupun jalannya pertandingan.
“Satu-satunya masalah adalah kondisi udara di Indonesia saat ini. Kami tahu sedang ada banyak kebakaran hutan dan beberapa masalah,” kata Savarese.
“Kami mendoakan yang terbaik bagi semua orang dan berharap semuanya aman. Karena itulah yang terpenting, yaitu masyarakat di Indonesia, dan semoga kualitas udara besok akan membaik,” sambungnya.
Giovanni Savarese juga menyinggung indeks kualitas udara yang menurutnya berada di angka 75 saat itu. Ia berharap kualitas udara membaik sehingga pemain kedua kesebelasan dapat menjaga stamina dan memberikan pertandingan menarik bagi penonton.
“Semoga angkanya turun dari hari ini, yang sepertinya ada di angka 75 (Indeks Kualitas Udara). Dengan begitu, kedua tim akan memiliki stamina yang cukup untuk bisa menyajikan pertandingan yang bagus bagi para penggemar yang datang menonton,” tuturnya.