- Andri Prasetiyo
Bertambah, Jumlah Pemain PSS Sleman yang Positif Covid-19 Jadi 8 Orang
Sleman, DIY - PSS Sleman kembali diterpa badai Covid-19. Jumlah pemain yang positif terpapar Covid-19 terus bertambah.
Setelah sebelumnya 3 orang, kini jumlahnya bertambah 5 menjadi 8 orang. Hal ini diketahui menjelang laga melawan Persik Kediri.
Menurut dokter tim PSS Sleman Feras Ardiles Muhammad, kelima pemain tersebut dinyatakan positif usai menjalani swab PCR pada Selasa (1/2/2022) kemarin.
"Kelima pemain tersebut langsung kita lakukan tindakan karantina setelah hasil PCR keluar. Kami sudah berkoordinasi juga dengan Satgas Covid-19 Bali mengenai peraturan karantina mengenai hal ini," ujarnya dalam rilis resmi klub, Rabu (2/2/2022).
Menurut Feras, kelima pemain tersebut mengalami gejala ringan yang berbeda-beda. Kelimanya juga dikarantina secara terpisah untuk mempercepat pemulihan.
Namun Feras tidak merinci siapa saja nama pemain yang terkonfirmasi positif Covid-19.
Feras sendiri belum mengetahui dari mana para pemain tersebut tertular. Pihaknya saat ini langsung melakukan tracing untuk mencegah penularan meluas.
"Kita sedang melakukan tracing sekiranya di mana pemain tersebut terjangkit. Pagi ini kita juga melakukan rapid antigen kembali untuk mendata dan memastikan seluruh pemain dan ofisial dalam keadaan negatif sebelum bertanding," terangnya.
Akibat kondisi ini, kata Feras, kelimanya dipastikan tidak dapat memperkuat PSS saat melawan Persik Kediri hari Rabu (2/2/2022) sore. Feras juga memohon doa dari para suporter untuk kesembuhan mereka.
"Saya mewakili tim memohon doa dari Sleman Fans agar mereka yang terjangkit bisa segera pulih dan segera kembali membela tim PSS Sleman," ungkapnya.
Bertambahnya jumlah pemain yang terpapar Covid-19 membuat tim PSS dalam masalah besar. Selain 8 pemain terpapar Covid-19, sebanyak 6 pemain juga harus absen karena cedera dan akumulasi kartu kuning.
Mereka yang akumulasi kartu adalah Bagus Prasetyo, Bagus Nirwanto, Asyrad Gufron, Juninho, dan Dave Mustaine. Sementara Aaron Evans masih berkutat dengan cedera. (Andri Prasetiyo/act)