- via bcsxpss official website
Slemania dan BCS, Wadah Suporter Bagi Para Pecinta PSS Sleman
- Brigata Curva Sud (BCS), Penguasa Tribun Selatan
Jika Slemania merupakan penguasa tribun utara, maka BCS yang memegang kekuasaan di tribun bagian selatan. Brigata Curva Sud terbentuk pada tahun 2010 dan diisi oleh anak-anak muda kreatif yang setia berdiri dan bernyanyi tanpa henti selama 90 menit penuh.
Sebelum sebesar sekarang, pasukan BCS hanya terdiri dari beberapa orang dan bernaung di bawah Slemania. Lambat laun kini mereka menjadi salah satu basis suporter PSS Sleman terbesar dan diakui oleh pecinta sepak bola Indonesia.
Nama Brigata Curva Sud merupakan bahasa Italia yang memiliki arti pasukan tribune selatan, sesuai dengan wilayah kekuasaan mereka ketika berada di stadion Maguwoharjo.
Yang menarik, BCS memiliki semboyan “No Leader Just Together”. Dilansir dari laman resminya, makna semboyan tersebut berarti “Brigata Curva Sud tidak mengenal struktur kepengurusan, hal ini lebih dimaksudkan agar seluruh anggota mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam setiap pengambilan keputusan dan melaksanakan kebijakan yang telah disepakati”.
BCS selalu berdiri dan bernyanyi selama 2x45 menit tanpa henti ketika mendukung PSS. Selain itu, mereka juga kerap melakukan koreografi kreatif yang jarang sekali dilakukan oleh suporter sepak bola Indonesia lain.
Bahkan karena kekreatifan mereka, pada tahun 2017 salah satu media sepak bola Inggris, Copa90 pernah menobatkan BCS sebagai suporter terbaik di Asia. Dalam video berjudul “Top 5 Incredible Asian Ultras” pasukan Brigata Curva Sud mengalahkan suporter dari Jepang (Urawa Boys-Urawa Reds Diamon), Korea Selatan (Frente Tricolor-Suwon Bluewings), Malaysia (Boys of Straits-Johor Darul Takzim), dan India (Bangal Brigade-East Bengal). (Mzn)