- tvOnenews-Dwi RB
Bek Asing Persib Federico Barba Janji Mati-matian Balikkan Agregat dari Ratchaburi
Bandung, tvOnenews.com - Misi bangkit diutarakan Federico Barba bersama Persib. Bek asal Italia ini berjanji akan mati-matian membawa tim membalikkan situasi agregat atas Ratchaburi FC.
Persib dalam situasi tertinggal di babak 16 besar AFC Champions League Two 2025/2026. Pada laga leg pertama, tim asuhan Bojan Hodak kalah dengan skor telak 0-3 di Thailand.
Barba mengakui bahwa hasil tersebut membuat pemain terpukul. Namun menurutnya peluang untuk lolos ke perempat final masih terbuka jika berhasil unggul dengan selisih empat gol.
"Ketika anda kalah 0-3, tentu saja itu tidak mudah untuk diterima. Jadi anda bisa melihat, kami merasa sangat marah karena saat kami menyaksikan laga itu kami bisa melakukan lebih dan lebih baik. Jadi itu perasaan yang kami rasakan," ujar Barba dalam jumpa pers jelang laga di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Selasa (17/2/2026).
Bek berusia 32 tahun ini tidak mau mengobral janji timnya akan lolos. Namun dia berani menggaransi di laga besok, pemain akan berjuang maksimal agar misi melangkah jauh di Asia bisa dilanjutkan.
"Seperti yang tadi saya katakan, tidak banyak yang bisa dikatakan. Hanya besok pergi ke lapangan dan menunjukkan apa yang bisa kami lakukan karena kami ada di level yang sama dan kami bisa melakukannya dengan sangat baik," ujarnya.
Modal untuk bisa meraih kemenangan dimiliki Persib pada laga leg kedua melawan Ratchaburi FC. Karena Barba dan kawan-kawan akan berlaga di kandang dan catatan positif dimiliki pada musim ini.
Persib belum pernah kalah di kandang, baik ketika bermain di Super League maupun AFC Champions League Two 2025/2026. Barba menyebut selalu ada dorongan ekstra dari suporter sekaligus memberikan tekanan kepada tim lawan.
"Bagi kami, kami selalu merasa memiliki satu pemain tambahan saat bermain di kandang. Karena itu, kami setiap bermain di kandang selalu mendapatkan hasil yang sangat baik," ujarnya.
"Saya benar-benar berharap stadion akan penuh. Dan yang terpenting juga (atmosfernya) hangat. Karena mereka (Ratchaburi) akan tentunya merasakan tekanan dari penonton dan kami juga akan memberikan mereka tekanan dari dalam," pungkas pria kelahiran Roma ini.