- ANTARA
Paul Munster Beberkan Kunci Comeback Bhayangkara Usai Tumbangkan Arema FC
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Bhayangkara Presisi Lampung FC, Paul Munster, mengakui bahwa Arema FC tetap menjadi lawan yang sulit ditaklukkan meskipun harus bermain dengan jumlah pemain lebih sedikit.
Munster mengatakan sejak awal timnya sudah memperkirakan pertandingan akan berjalan berat saat menghadapi Singo Edan.
“Ini pertandingan yang sulit. Kami sudah tahu sejak awal bahwa Arema adalah tim yang kuat dan memiliki banyak pemain bagus, sehingga kami harus fokus seratus persen,” kata Munster di Bandarlampung, Selasa (10/3/2026).
Ia menilai bahkan ketika situasi di lapangan berubah menjadi 11 pemain melawan sembilan pemain, Arema tetap mampu memberikan perlawanan sengit.
“Bahkan dalam situasi 11 melawan sembilan pemain pun mereka tetap tidak mudah ditaklukkan. Jika kami tidak fokus, mereka bisa saja menciptakan peluang,” ujarnya.
Munster juga mengakui permainan timnya pada babak pertama belum berjalan sesuai harapan. Selain itu, kondisi lapangan yang diguyur hujan turut memengaruhi jalannya pertandingan.
“Kondisi lapangan juga tidak terlalu bagus karena hujan,” kata dia.
Namun demikian, pelatih asal Irlandia Utara tersebut mengapresiasi kerja keras para pemain Bhayangkara yang mampu bangkit pada babak kedua dan membalikkan keadaan.
“Memasuki babak kedua, kami melakukan evaluasi dan perubahan taktik bagaimana membangun permainan. Akhirnya kami bisa mencetak gol dan melakukan skor balik 2-1,” jelasnya.
Munster menegaskan dirinya tidak terlalu memikirkan berbagai insiden yang terjadi selama pertandingan.
“Yang paling penting adalah tiga poin. Ini kemenangan kelima kami dan tentu saja hasil yang sangat bagus bagi tim,” ujar dia.
Dalam laga tersebut, Bhayangkara berhasil membalikkan keadaan untuk menang 2-1. Dua gol kemenangan tuan rumah dicetak oleh Privat Mbarga dan Moussa Sidibe.
Sebelumnya, Arema sempat unggul lebih dulu lewat gol Joel Vinicius.
Pada pertandingan itu, Arema harus mengakhiri laga dengan sembilan pemain setelah Pablo Oliveira dan Dalberto menerima kartu merah dari wasit.