- tvOnenews.com/Ilham Giovani Pratama
PSSI Murka Lihat Aksi Tendangan Kungfu Fadly Alberto di EPA U-20, Pilar Timnas Indonesia Menanti Sanksi Berat dari Komdis
‎Jakarta, tvOnenews.com - PSSI melalui Sekretaris Jenderal (Sekjen) Yunus Nusi mengaku sangat mengutuk keras tindakan kurang terpuji yang dilakukan pemain Timnas Indonesia U-20, Fadly Alberto. Bahkan, pihak federasi menyatakan bakal segera membawa kasus tersebut ke sidang Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.
Seperti yang diketahui, kabar kurang mengenakkan tengah terjadi di sepak bola Tanah Air. Hal itu merujuk pada keributan yang terjadi dalam laga antara Dewa United U-20 kontra Bhayangkara U-20 di Elite Pro Academy (EPA) U-20.
Duel yang berlangsung pada matchday ke-33 di Stadion Citarum, Minggu (19/4), itu pun langsung menjadi sorotan luas. Secara hasil, Dewa United U-20 sukses mengamankan kemenangan atas Bhayangkara U-20 dengan skor 2-1 dalam pertandingan yang berlangsung kompetitif sejak awal.
Namun, jalannya laga tidak hanya diwarnai persaingan ketat dalam perebutan poin. Ketegangan yang meningkat di lapangan akhirnya berujung pada keributan antarpemain dari kedua tim.
Sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan situasi yang tidak terkendali. Para pemain terlihat saling dorong hingga terjadi kontak fisik yang memicu kekacauan.
Tak hanya pemain yang tengah bertanding, beberapa individu yang tidak mengenakan jersey juga tampak ikut terlibat. Bahkan, ada adegan pemukulan yang terekam jelas dalam salah satu video yang viral.
Dalam rekaman lain, terlihat aksi yang lebih ekstrem. Seorang pemain cadangan Dewa United yang mengenakan rompi tampak menjadi sasaran tendangan keras dari pemain Bhayangkara yang juga berada di bangku cadangan.
- Instagram @smgfootball
Aksi tersebut langsung mengundang reaksi keras dari publik. Banyak pihak menyayangkan kejadian tersebut, mengingat kompetisi ini melibatkan pemain usia muda yang seharusnya menjunjung tinggi sportivitas.
Nama Fadly Alberto pun ramai diperbincangkan oleh warganet. Ia disebut sebagai sosok yang melakukan tendangan keras dalam video yang tersebar luas.
PSSI pun mengaku telah menerima laporan terkait insiden tersebut. Pihak federasi menegaskan sangat mengutuk keras aksi yang terjadi dalam kompetisi EPA U-20.
Yunus Nusi menjelaskan bahwa kasus keributan yang berujung kekerasan tersebut bakal langsung dibawa untuk dibahas dalam sidang Komdis PSSI.
"Iya, PSSI sudah menerima laporan tentang kejadian dalam pertandingan Dewa United dan Bhayangkara di Elite Pro Academy. Ketua Umum sangat mengutuk keras kejadian ini, terutama terhadap pemain yang melakukan tindakan tersebut," ujar Yunus Nusi, Senin (20/4/2026).
"PSSI akan segera menyampaikan hal ini kepada Komite Disiplin untuk diambil tindakan seberat-beratnya. Kami juga meminta agar kasus ini menjadi prioritas dalam sidang Komdis untuk segera diputuskan," tambahnya.
Lebih lanjut, Yunus Nusi menyebut bahwa penyebab terjadinya insiden itu tidak lepas dari adanya kelalaian perangkat pertandingan. Menurutnya, hal ini harus segera menjadi perhatian serius Komite Wasit.
Ia menyebut Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, akan melakukan evaluasi hingga menjatuhkan sanksi jika nantinya terbukti ada kelalaian dari perangkat pertandingan.
"PSSI sangat prihatin dan menyayangkan kejadian ini. Siapa pun yang terlibat akan ditindak oleh PSSI melalui Komite Disiplin, dan kami juga melihat adanya indikasi kelalaian perangkat pertandingan," kata Yunus Nusi.
"Ini juga menjadi perhatian PSSI kepada Komite Wasit, Saudara Ogawa, untuk melakukan evaluasi dan memberikan edukasi serta sanksi kepada perangkat pertandingan jika terbukti lalai," sambungnya.
Yunus Nusi pun berharap insiden serupa tidak kembali terulang di masa mendatang. Ia juga mengingatkan para pemain agar mampu menjaga emosi karena dampaknya bisa merugikan banyak pihak.
"Sekali lagi kami prihatin dengan kejadian ini, karena masih ada peristiwa seperti ini yang terjadi di level pemain muda," ucap Sekjen PSSI tersebut.
"Kami tentu tidak berharap hal ini terulang, dan kami meminta para pemain untuk tetap menjaga sikap di lapangan, tidak emosional, serta lebih sabar. Karena hal seperti ini pada akhirnya akan merugikan diri sendiri maupun klub," tutupnya.
(igp)