- instagram.com/coachfakhri
Pimpin ASIOP Juara Piala Soeratin U-13, Fakhri Husaini Titip Pesan untuk PSSI soal Pembinaan Usia Dini
Jakarta, tvOnenews.com - Direktur Teknik ASIOP sekaligus mantan pelatih Timnas Indonesia kelompok usia, Fakhri Husaini, menyampaikan pesan penting kepada PSSI setelah timnya menjuarai Piala Soeratin 2026. Ia meminta federasi memaksimalkan potensi para pemain muda lokal.
Seperti diketahui, ASIOP berhasil menjuarai Piala Soeratin U-13 2026 setelah mengalahkan Persebaya Surabaya di partai final. ASIOP memastikan gelar juara melalui adu penalti dengan skor 4-2 dalam laga di PSSI Training Center, Ibu Kota Nusantara, Sabtu (24/10/2026).
Empat penendang ASIOP berhasil menjalankan tugasnya dengan sempurna dalam babak adu penalti. Sebaliknya, dua dari empat eksekutor awal Persebaya gagal mencetak gol sehingga kemenangan menjadi milik ASIOP.
Gelar ini terasa istimewa setelah ASIOP dua kali gagal di partai final. Pada edisi 2024, mereka kalah dari Persikutim Kutai Timur melalui adu penalti, lalu takluk 1-2 dari Persib pada 2025.
Keberhasilan tersebut tidak lepas dari kerja keras seluruh elemen tim. Fakhri menilai dukungan manajemen, dedikasi tim pelatih, dan kedisiplinan pemain menjadi bagian penting dari perjalanan ASIOP hingga meraih gelar juara.
Mantan pelatih Timnas Indonesia U-16 dan U-19 itu juga menegaskan bahwa keberhasilan timnya bukan sekadar faktor keberuntungan. Menurutnya, ASIOP mampu menunjukkan permainan dominan sejak fase grup hingga pertandingan final.
"Statistik menunjukkan bahwa mereka melakukan lebih banyak ball possession, passing, hingga breaking line pass," ujar Fakhri kepada tvOnenews.com. Catatan tersebut menjadi salah satu indikator permainan yang diterapkan timnya sepanjang turnamen.
Selain itu, Fakhri turut menyampaikan apresiasi kepada PSSI atas terselenggaranya kompetisi tersebut. Ia berharap Piala Soeratin terus menjadi wadah bagi para pemain muda untuk mengasah kemampuan dan mendapatkan pengalaman bertanding.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada PSSI yang telah memfasilitasi pelaksanaan turnamen Piala Soeratin ini," tuturnya. Namun, menurutnya, pembinaan pemain muda membutuhkan lebih banyak kesempatan untuk berkompetisi secara teratur.
Fakhri menilai agenda kompetisi usia dini perlu diperbanyak agar semakin banyak talenta lokal mendapat kesempatan berkembang. Ia berharap PSSI tidak hanya mengandalkan turnamen yang selama ini menjadi bagian dari kalender resmi.
"Selama ini kan kita hanya mengenal ada Soeratin sama EPA (Elite Pro Academy) saja yang menjadi kalender resminya PSSI," paparnya. Ia mendorong federasi menghadirkan lebih banyak kompetisi yang dapat menjangkau pemain muda di berbagai daerah.
Menurut Fakhri, kesempatan bertanding sangat penting untuk membantu pemain mengembangkan kemampuan teknis dan pemahaman taktik. Kompetisi yang berkelanjutan juga dapat menjadi sarana untuk mengukur perkembangan pemain sejak usia dini.
Selain menambah agenda pertandingan, peningkatan kualitas pelatih juga menjadi perhatian penting. Fakhri menilai PSSI perlu memperkuat pengembangan tenaga pendidik pelatih atau coach educator yang memiliki kompetensi memadai.
Keberadaan coach educator dinilai penting untuk membantu pelatih menerapkan metode pembinaan yang sesuai dengan kebutuhan pemain muda. Dengan begitu, proses pengembangan bakat tidak hanya berfokus pada hasil pertandingan, tetapi juga pada kualitas permainan dan perkembangan individu.
Fakhri berharap pembinaan yang terarah dapat membuka jalan bagi lahirnya lebih banyak pemain berkualitas. Menurutnya, kombinasi kompetisi yang rutin dan pelatih yang kompeten menjadi bagian penting dalam membangun masa depan sepak bola Indonesia.
(sub)