- tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar
Erick Thohir Desak Polisi Usut Kematian Remaja Diduga Korban Penyerangan Suporter Usai Laga Persib Bandung
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) sekaligus Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, meminta kepolisian mengusut tuntas dugaan penyerangan terhadap suporter yang dikaitkan dengan kematian seorang remaja di Kabupaten Bogor.
Erick Thohir bahkan telah menghubungi kepolisian setempat untuk meminta kejelasan mengenai penanganan kasus yang terjadi seusai pertandingan Garudayaksa FC melawan Persib Bandung.
Kasus tersebut menjadi perhatian setelah seorang remaja berinisial ARK ditemukan di Jalan Raya Jakarta–Bogor KM 50, Desa Cimandala, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Minggu (25/10/2026) malam.
Polisi masih menyelidiki penyebab kematian korban serta kemungkinan keterkaitannya dengan dugaan penyerangan terhadap suporter.
Dalam perkembangan penanganan perkara, kepolisian sebelumnya telah mengumumkan penangkapan lima orang terkait dugaan penyerangan tersebut. Meski demikian, penyidik masih mendalami kronologi kejadian dan peran pihak-pihak yang diduga terlibat dalam insiden itu.
Erick Thohir menegaskan bahwa dugaan kekerasan yang terjadi di luar stadion harus diproses melalui jalur hukum. Ia meminta kepolisian memastikan motif kejadian, termasuk kemungkinan adanya tindak kriminal murni atau perselisihan yang berkaitan dengan rivalitas antarsuporter.
Menurut Erick, penyelidikan secara menyeluruh diperlukan agar penyebab kejadian dapat terungkap berdasarkan fakta yang ditemukan aparat kepolisian. Ia juga menekankan bahwa penanganan kasus harus dilakukan secara serius, terlebih ketika terdapat korban jiwa.
Erick Thohir juga mengingatkan bahwa keselamatan suporter harus menjadi prioritas dalam setiap penyelenggaraan pertandingan sepak bola. Ia tidak ingin para pendukung menghadapi ancaman kekerasan ketika datang ke stadion maupun saat kembali ke rumah.
“Saya bilang, ‘Pak, tolong tindak lanjuti pasti seperti apa. Apakah ini kriminal murni, atau tentu persaingan, ya, karena ketidaksukaan atas suporter?’ Nanti kita lihat hasil keputusan pihak Polri,” kata Erick.
“Ya, itu yang saya bilang bahwa yang namanya suporter itu harus pulang ke rumah dengan selamat,” sambungnya.
Sementara itu, Polres Bogor masih mengumpulkan keterangan saksi untuk mengungkap kronologi kematian ARK. Korban diduga meninggal dunia setelah pulang menyaksikan pertandingan Garudayaksa FC menghadapi Persib Bandung di Stadion Pakansari, Bogor, Minggu (25/10/2026) malam.
Dalam pertandingan pekan ketujuh Super League 2026/2027 tersebut, Persib Bandung berhasil mengalahkan Garudayaksa FC dengan skor 2-1. Namun, kepolisian belum memastikan secara terperinci rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban ditemukan meninggal dunia.
Di sisi lain, Erick Thohir menilai rivalitas antarsuporter tidak seharusnya menjadi alasan munculnya kekerasan yang dapat memecah belah masyarakat.
Ia berharap sepak bola Indonesia tetap menjadi sarana pemersatu bangsa, sementara pelanggaran di dalam stadion ditangani melalui regulasi kompetisi dan dugaan tindak pidana di luar stadion diproses secara hukum.
Erick juga mendorong penerapan sanksi berat terhadap kerusuhan serius yang terjadi di dalam stadion, termasuk kemungkinan pengurangan poin bagi klub apabila terjadi tragedi seperti Kanjuruhan.
Menurutnya, ketegasan diperlukan agar kekerasan dalam sepak bola tidak terus berulang dan seluruh pihak semakin bertanggung jawab terhadap keselamatan suporter.
“Sampai kapan, ya, negara kita harus terpecah seperti ini, padahal bola kemarin ketika kita juara FIFA Asia, kita menyatukan seluruh bangsa kita,” kata Erick.
“Kalau di luar, ya, tempat pertandingan itu sudah hukum, apalagi kalau sampai ada korban jiwa,” pungkasnya. (igp/hfp)