- REUTERS/Scott Heppell
Reaksi Berkelas Martin Odegaard soal Kans Arsenal Raih Gelar Juara Liga Inggris usai Dikandaskan Manchester City 1-2
Jakarta, tvOnenews.com - Gelandang Arsenal, Martin Odegaard, memberi reaksi soal peluang meraih gelar juara Liga Inggris 2025-2026. The Gunners kini terancam disusul usai dikalahkan Manchester City dengan skor 1-2.
Arsenal melawat ke Etihad Stadium untuk lanjutan kasta tertinggi Liga Inggris, Premier League. Mereka unggul enam poin dari Man City, namun sudah melakoni lebih banyak laga.
Tim asuhan Mikel Arteta sudah tertinggal sejak menit ke-16 setelah Rayan Cherki mencetak gol. Namun, dua menit kemudian, Kai Havertz menyetarakan kedudukan dengan memanfaatkan kesalahan Gianluigi Donnarumma.
Di babak kedua, Erling Haaland berhasil mencetak gol kemenangan untuk City. Skor 2-1 pun membantu City menekan The Gunners di puncak klasemen sementara Liga Inggris.
Arsenal masih unggul tiga poin di depan City. Namun, The Citizens bisa menyamakan raihan poin The Gunners mengingat mereka memiliki satu laga lebih banyak yang perlu dimainkan.
Perburuan gelar juara biasa jadi hanya ditentukan melalui selisih gol. Arsenal saat ini unggul dengan keunggulan 37 gol, berbanding 36 gol milik City.
Gelandang Martin Odegaard pun masih percaya diri mengenai peluang timnya meraih gelar juara. “Tentu saja,” kata Odegaard, dilansir NBC Sports, mengenai peluang Arsenal juara.
Pemain asal Norwegia itu menyadari bahwa selalu ada tekanan luar biasa dalam perburuan gelar. Namun, dia yakin The Gunners bakal mampu bangkit.
“Selalu ada tekanan, selalu ada kebisingan. Itulah bagian dari menjadi pemain sepak bola di level ini dan itu sepenuhnya normal bagi kami. Kami akan mencoba bangkit kembali dan meraih kemenangan sekarang,” katanya.
Odegaard pun mengakui bahwa dirinya kecewa karena gagal menang. Dia menyadari bahwa seharusnya mampu meraih kemenangan di laga ini.
“Kecewa karena tidak menang. Kami ingin datang ke sini dan mendapatkan hasil. Saya pikir kami benar-benar siap untuk pertandingan ini. Kami melakukan pressing dengan sangat baik,” tandasnya.
“Di babak kedua kami jauh lebih berbahaya. Margin tipis menentukan hasil pertandingan seperti ini. Kami kurang tajam di depan gawang dan itulah mengapa kami pulang tanpa hasil apa pun,” sambungnya.