- millwallfc.co.uk
Elkan Baggott Starter, Pelatih Millwall Bicara Jujur usai Dipermalukan Wrexham di Liga Inggris
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Millwall, Alex Neil, berbicara jujur setelah kekalahan telak 0-3 dari Wrexham. Dalam laga tersebut, Elkan Baggott bermain sebagai starter untuk The Lions.
Millwall melakoni laga keempatnya di kasta kedua Liga Inggris 2026-2027 pada Kamis (3/9/2026) dini hari tadi WIB. Mereka menjamu Wrexham dengan tekad untuk bangkit dari kekalahan telak 1-5 dari Southampton pada akhir pekan kemarin.
Baggott bermain sebagai pemain pengganti dari bangku cadangan pada akhir pekan lalu. Kini, sang bek tengah Timnas Indonesia menjadi starter di laga kontra Wrexham.
Sang bek tengah berusia 23 tahun tidak tampil buruk secara individual. Namun, Millwall kalah telak dengan skor 0-3.
Dia mendapatkan rating 6,5 dari penyedia statistik Sofascore. Elkann Baggott berkontribusi di lini pertahanan dengan melakukan tiga aksi defensif, berupa satu percobaan tekel dan dua kali sapuan.
Selain itu, dia juga melakukan empat kali recovery. Baggott juga tampil solid dengan memenangkan tiga dari empat kali duel di lapangan selagi memenangkan dua dari dua kali duel di udara.
Zak Sturge sudah melakukan gol bunuh diri di menit ke-28. Di paruh kedua, Wrexham menambah dua gol lagi melalui Kieffer Moore dan Jacques Ekomie.
Badai cedera menjadi masalah besar bagi Millwall, yang sempat mengawali musim ini dengan dua kemenangan beruntun di Divisi Championship. Alex Neil mengatakan bahwa Baggott dan kolega telah melakukan yang terbaik, namun memang sulit untuk meraih hasil positif dalam situasi seperti ini.
“Kami prihatin dengan hal itu. Kami tentu perlu meninjau kembali apa yang kami lakukan, bagaimana kami melakukannya, karena jelas ada masalah di suatu tempat, dan kami perlu mencoba untuk mencari tahu akar masalahnya karena hal itu menghambat kami dalam pertandingan. Itu tidak memberi kami peluang terbaik, menunjukkan kemampuan kami dan menjadi efektif,” kata Neil melalui Southwark News.
“Ini sulit bagi para pemain muda. Saya merasa kasihan pada mereka malam ini, dan saya mengatakan itu kepada mereka setelah pertandingan. Mereka masuk. Saya pikir mereka berusaha; mereka berlarian; mereka memberikan yang terbaik. Tapi itu sulit di level ini,” tambahnya.
Neil beralasan bahwa Millwall masih terus meraba-raba dengan mengandalkan para pemain yang biasanya bukanlah starter. Menghadapi tim yang lebih berpengalaman, itu terlihat bahwa kualitas kedua tim terpaut jauh.
“Tidak apa-apa memasukkan beberapa pemain muda di sana-sini. Masalahnya adalah ketika Anda memasukkan mereka semua sekaligus, itu menjadi sangat sulit,” katanya.
“Kemudian kita akhirnya mengubah formasi. Pengetahuan mereka tentang formasi tidak sebaik pemain yang biasanya bermain, jadi itu mulai sedikit melemahkan. Kemudian ketika Anda bermain melawan tim yang sangat berpengalaman, menjadi sangat sulit untuk mendapatkan pijakan dalam permainan atau memberikan ancaman atau bahkan masuk ke dalam struktur yang baik dengan benar,” tandasnya.
“Saya perlu melihat struktur dalam hal mencoba membantu mereka dan memastikan kita lebih efektif dan kurang rentan dalam hal kebobolan gol,” tukasnya. (rda)