- Action Images via Reuters/Peter Cziborra
Prediksi Arsenal vs Inter Milan 21 Januari 2026: Rekor Sempurna The Gunners Terancam
tvOnenews.com - Laga besar akan tersaji di panggung Liga Champions 2025/2026 ketika Arsenal menantang Inter Milan di Stadion Giuseppe Meazza, San Siro, pada Rabu (21/1/2026) dini hari, pukul
Duel ini bukan sekadar perebutan tiga poin, melainkan pertarungan gengsi dua kekuatan Eropa yang sama-sama tengah berada dalam performa solid.
Arsenal datang dengan modal nyaris sempurna di fase liga, sementara Inter mengandalkan aura San Siro yang kerap menjadi mimpi buruk bagi tim tamu.
Pertemuan ini berpotensi menentukan peta persaingan papan atas dan peluang lolos langsung ke babak 16 besar.
- ANTARA
Inter Milan menunjukkan konsistensi mengesankan sepanjang musim.
Di bawah asuhan Cristian Chivu, Nerazzurri tampil efisien dan disiplin, terutama saat bermain di kandang.
Kemenangan tipis 1-0 atas Udinese di Serie A akhir pekan lalu kembali menegaskan solidnya struktur permainan mereka.
Di Liga Champions, Inter dikenal sebagai tim dengan organisasi pertahanan rapat.
Hingga memasuki laga ini, mereka termasuk salah satu tim dengan jumlah kebobolan paling sedikit.
Lautaro Martinez masih menjadi tumpuan utama di lini depan, berkat naluri gol dan kemampuannya memaksimalkan peluang sekecil apa pun.
Meski demikian, Inter tidak sepenuhnya berada dalam kondisi ideal.
Denzel Dumfries dipastikan absen karena cedera pergelangan kaki, sementara Hakan Calhanoglu masih berpacu dengan waktu untuk pulih dari masalah betis.
- ANTARA FOTO/NurPhoto via Reuters/Mairo Cinquetti/nym.
Absennya dua pemain ini bisa mengurangi fleksibilitas permainan Inter, terutama dalam fase transisi.
Arsenal melangkah ke Milan dengan status belum terkalahkan di Liga Champions musim ini.
Tim asuhan Mikel Arteta tampil stabil, minim kesalahan, dan sangat sulit ditembus.
Dari enam pertandingan, The Gunners hanya kebobolan satu gol.
Namun, performa tandang Arsenal belakangan menjadi sorotan.
Dua hasil imbang tanpa gol di Premier League mengindikasikan bahwa produktivitas mereka tidak selalu sejalan dengan dominasi penguasaan bola.