Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jakarta Pramono anung menegaskan bahwa Operasi modifikasi cuaca di Jakarta tetap perlu dilakukan meski wilayah ibu kota masih dilanda banjir.
Menurutnya, tanpa upaya modifikasi cuaca, dampak banjir yang terjadi di Jakarta berpotensi jauh lebih parah.
Pramono menjelaskan, operasi modifikasi cuaca telah dilaksanakan sejak 15 hingga 22 Januari. Dalam pelaksanaannya, modifikasi cuaca dilakukan melalui sejumlah penerbangan penyemaian awan, termasuk hingga tiga kali penerbangan dalam satu hari.
Ia menyebutkan, keputusan pelaksanaan modifikasi cuaca diambil secara langsung olehnya, terutama saat kondisi atmosfer Jakarta dinilai sudah sangat pekat pada sore hari.
Pramono menambahkan, teknologi modifikasi cuaca yang digunakan saat ini telah berbasis kajian ilmiah. Hasilnya, upaya tersebut dinilai mampu mengurangi potensi hujan di wilayah Jakarta.
Pemerintah Provinsi Jakarta menilai operasi modifikasi cuaca menjadi salah satu langkah mitigasi penting dalam menekan curah hujan ekstrem, sekaligus mengurangi risiko banjir yang lebih luas di ibu kota.