- x.com/Inter
Inter Milan Dipermalukan Tim Kuda Hitam di Liga Champions, Media Italia Justru Lempar Pujian untuk Yann Sommer
Jakarta, tvOnenews.com - Kiper Inter Milan, Yann Sommer, harus memungut bola dari gawangnya sebanyak lima kali dalam dua pertemuan melawan juara Norwegia, Bodo/Glimt di ajang Liga Champions.
Menurut laporan Tuttosport, penjaga gawang berusia 37 tahun itu bukan sosok yang layak dijadikan kambing hitam atas kegagalan Inter di Liga Champions. Penampilannya justru dinilai tetap solid di tengah rapuhnya lini pertahanan tim.
Setelah takluk 1-3 di Norwegia pada leg pertama pekan lalu, Inter kembali tumbang 1-2 di kandang sendiri pada leg kedua. Kekalahan tersebut memastikan langkah Nerazzurri terhenti lebih cepat dari yang diharapkan publik.
Tim asuhan Kjetil Knutsen bahkan mampu membungkam publik San Siro dan mengamankan tiket ke babak 16 besar di luar prediksi banyak pihak. Status kuda hitam tak menghalangi mereka untuk tampil berani dan efektif.
Meski kembali kebobolan dua gol di babak kedua, Sommer tetap menunjukkan performa yang patut diapresiasi. Ia menjalankan tugasnya dengan cukup baik di bawah tekanan besar sepanjang laga.
Sebagai gambaran, mantan kiper Bayern Munich itu mencatatkan tiga penyelamatan krusial yang mencegah Inter kebobolan lebih banyak. Tanpa intervensinya, skor akhir bisa saja jauh lebih menyakitkan bagi tuan rumah.
Sebaliknya, lini pertahanan Inter dianggap gagal memberikan perlindungan maksimal. Para bek terlalu mudah memberi ruang bagi pemain Bodo/Glimt untuk bergerak leluasa di sepertiga akhir lapangan.
Padahal, Inter sudah memahami betul ancaman serangan balik cepat wakil Norwegia tersebut. Namun, para pemain asuhan Cristian Chivu tak mampu menutup ruang dan memutus alur serangan dengan cukup sigap.
Selain itu, Manuel Akanji dinilai melakukan kesalahan fatal yang berujung pada gol pembuka tim tamu. Sommer sebenarnya telah berupaya keras menutup sudut tembak, tetapi situasi sulit membuatnya tak berdaya.
Pada akhirnya, meski kebobolan lima gol dalam dua laga, performa individu Sommer tetap mendapat apresiasi dari media Italia. Ia tampil relatif konsisten di tengah goyahnya organisasi pertahanan Inter yang gagal tampil solid di momen krusial.
(sub)