- REUTERS/Daniele Mascolo
Alarm Bahaya di San Siro: Striker AC Milan Sudah Sebulan Lebih Tak Cetak Gol
Jakarta, tvOnenews.com - AC Milan menghadapi kenyataan pahit terkait performa lini serang mereka sepanjang musim ini. Apa yang sebelumnya hanya sebatas spekulasi kini berubah menjadi kebutuhan nyata untuk melakukan perombakan besar.
Dalam beberapa bulan terakhir, isu mengenai pembenahan sektor depan memang terus bergulir. Namun, setelah laga kontra Juventus, urgensi perubahan itu semakin sulit untuk dibantah.
Pada pertandingan di San Siro tersebut, Milan kembali menunjukkan masalah klasik mereka. Lini serang Rossoneri tampak tumpul dan gagal memberikan ancaman berarti.
Padahal, laga melawan Juventus bukanlah pertandingan yang sepenuhnya tertutup. Meski minim peluang, tetap terlihat jelas bahwa Milan kekurangan daya gedor.
Kondisi ini bukanlah kejadian yang berdiri sendiri. Sepanjang musim, inkonsistensi para penyerang menjadi salah satu masalah utama tim.
Akibatnya, produktivitas gol dari lini depan terus menurun. Situasi ini membuat Milan kesulitan bersaing di laga-laga penting.
Menurut laporan Calciomercato.com, perbandingan dengan Juventus dalam pertandingan tersebut pun terasa mencolok. Saat lawan mampu memasukkan pemain seperti Kenan Yildiz dan Dusan Vlahovic, Milan justru bergantung pada opsi yang belum meyakinkan.
Nama-nama seperti Niclas Füllkrug, Christopher Nkunku, dan Santiago Gimenez belum mampu menjawab ekspektasi. Bahkan, masa depan mereka di klub juga masih dipenuhi tanda tanya.
Hal lain yang menjadi sorotan adalah komposisi lini depan Milan. Duet penyerang yang diisi oleh dua pemain sayap membuat permainan terasa kurang seimbang.
Ketiadaan sosok target man murni membuat alur serangan menjadi mudah terbaca. Akibatnya, lawan tidak kesulitan untuk meredam tekanan yang dibangun Milan.
Situasi ini semakin diperparah oleh catatan gol yang sangat minim. Secara kolektif, lini depan Milan mengalami periode paceklik yang cukup panjang.
Bahkan, gol terakhir dari seorang penyerang terjadi lebih dari satu bulan yang lalu. Fakta ini menjadi sinyal kuat bahwa ada masalah mendasar yang harus segera diselesaikan.
Santiago Gimenez menjadi salah satu pemain yang paling disorot. Performanya belum memenuhi harapan, dan posisinya di dalam tim mulai terancam.
Sementara itu, Christopher Nkunku juga belum mampu memberikan kontribusi signifikan. Penampilannya cenderung stagnan tanpa perkembangan berarti.
Alasan soal sistem permainan pun mulai kehilangan relevansi. Para pemain dituntut untuk tetap mampu beradaptasi dan menunjukkan kualitas individu mereka.
Kini, manajemen Milan dihadapkan pada keputusan besar. Bursa transfer musim panas akan menjadi momen krusial untuk membangun ulang kekuatan tim.
Perombakan lini serang tampaknya tidak bisa lagi ditunda. Tanpa perubahan signifikan, Milan berisiko kembali terjebak dalam masalah yang sama di musim berikutnya.
(sub)