- Go Ahead Eagles
Para Pemain Timnas Indonesia di Liga Belanda Terima Kabar Buruk Jelang Sidang Tuntutan NAC Breda
Jakarta, tvOnenews.com - Para pemain Timnas Indonesia di Liga Belanda menerima kabar buruk menjelang sidang tuntutan NAC Breda terhadap Go Ahead Eagles dan Dean James. Hal ini bisa berdampak buruk kepada mereka.
Selama sebulan terakhir, situasi para pemain Timnas Indonesia di Liga Belanda sedang menjadi sorotan. Hal ini berkaitan dengan skandal paspor yang mencuat atas laporan NAC Breda.
NAC mempermasalahkan kehadiran Dean James dalam laga kontra Go Ahead Eagles. Dalam duel itu, mereka kalah telak dengan skor 0-6.
Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) telah mengambil keputusan untuk tidak menghukum Dean James maupun Go Ahead Eagles. Para pemain Timnas Indonesia yang sempat terdampak kasus ini, yaitu Nathan Tjoe-A-On, Justin Hubner, dan Tim Geypens telah kembali bermain.
Namun demikian, NAC Breda tak dapat menerima keputusan tersebut. Mereka membawa hal ini ke pengadilan untuk menggugatnya.
Sidang tuntutan dijadwalkan untuk dilaksanakan pada Selasa (28/4/2026) ini. Menurut prediksi dari pengacara hukum olahraga, Joost Verlaan, NAC lebih diunggulkan dengan peluang 60-40.
Nick Poggenklaas, yang juga pengacara hukum olahraga, juga mengajukan pendapatnya. Dia menganggap bahwa peluangnya 50-50.
“Itu berarti bahwa seorang hakim akan melakukan peninjauan yang sangat terbatas Apakah dewan persaingan membuat keputusan ini berdasarkan alasan yang sah, ataukah terjadi sesuatu yang aneh?” kata Poggenklaas, dilansir ESPN.
Poggenklaas menganggap bahwa Artikel 7 akan memainkan peranan penting dalam putusan. “Peraturan tersebut mengatur dengan cara yang agak aneh kapan dewan liga dapat memutuskan untuk mengadakan pertandingan ulang,” kata Poggenklaas.
Namun demikian, itu bisa diinterpretasikan dalam berbagai hal. Menurutnya, kemungkinan untuk setidaknya mengulang pertandingan bisa diputuskan.
“Peraturan tersebut menyatakan bahwa jika pertandingan tidak berpengaruh pada, misalnya, degradasi, dewan liga dapat memutuskan untuk tidak mengulang pertandingan jika ternyata pemain yang tidak memenuhi syarat telah berpartisipasi. Menurut saya, ini juga menyiratkan bahwa Anda kurang lebih wajib mengulang pertandingan jika degradasi dipertaruhkan,” tambahnya.
Verlaan menjelaskan bahwa NAC akan menuntut penjelasan yang logis kepada KNVB. Mengingat mereka terancam degradasi dari kasta tertinggi Liga Belanda, maka tuntutan untuk setidaknya mengulang laga terbuka.
“KNVB akan mengatakan bahwa itu bukan kewajiban dan bahwa itu terserah dewan kompetisi untuk memutuskan. Dan saya memperkirakan NAC akan berpendapat bahwa keputusan ini seharusnya hanya dibuat untuk pertandingan yang tidak berarti,” kata Verlaan.
Poggenklaas menganggap bahwa klub seharusnya bisa tahu mengenai peraturan. Namun, Go Ahead Eagles tidak bisa dianggap melanggar, melainkan dinilai sebagai kelalaian.
“Klub sepak bola setidaknya bisa tahu, bahkan mungkin seharusnya tahu, ketika para pemain kehilangan identitas Belanda mereka,” kata Poggenklaas.
“Sebagai pemberi kerja, Anda wajib menerapkan hukum Belanda, meskipun saya memahami bahwa sepak bola adalah industri yang unik. Saya tidak berpikir ada pelanggaran yang disengaja di Go Ahead Eagles, tetapi saya menganggapnya sebagai kelalaian,” pungkasnya. (rda)