- tvOnenews.com - Taufik Hidayat
Imbas Kasus Dean James, Media Vietnam Sebut Liga Belanda Bisa Alami Kekacauan Besar Musim Ini: Ratusan Pertandingan Bakal Diulang!
Jakarta, tvOnenews.com - Sorotan tajam datang dari media Vietnam yang menyoroti skandal paspor Dean James di Liga Belanda. Kasus ini disebut berpotensi memicu kekacauan besar yang belum pernah terjadi sebelumnya di kompetisi tersebut.
Liga Belanda kini berada dalam situasi genting akibat persoalan hukum yang menyeret nama pemain Timnas Indonesia itu. “Liga Belanda sedang menghadapi risiko kekacauan yang belum pernah terjadi sebelumnya karena skandal hukum yang melibatkan pemain nasional Indonesia, Dean James,” tulis Soha.vn.
Ancaman terburuk bukan sekadar sanksi administratif, melainkan potensi pembatalan hasil pertandingan secara massal. Jika Pengadilan Utrecht mengabulkan gugatan dari NAC Breda, sebanyak 133 laga di kasta tertinggi terancam harus diulang.
“Musim Eredivisie 2025/26 sulit untuk berakhir sesuai dengan rencana,” lanjut laporan tersebut. Jadwal kompetisi disebut akan berantakan total jika keputusan itu benar-benar diambil oleh pihak pengadilan.
Akar persoalan ini bermula dari kekalahan telak NAC Breda saat menghadapi Go Ahead Eagles pada pertengahan Maret lalu. Dalam laga tersebut, NAC Breda tumbang dengan skor mencolok tanpa mampu memberikan perlawanan berarti.
Setelah pertandingan itu, pihak klub mengklaim menemukan bukti bahwa Dean James tidak memenuhi syarat untuk tampil. Permasalahan utamanya berkaitan dengan status kewarganegaraan dan izin kerja sang pemain.
Dean James sendiri lahir di Belanda, namun memilih menjadi warga negara Indonesia melalui proses naturalisasi. Keputusan tersebut diambil demi membela Timnas Indonesia di level internasional.
- Go Ahead Eagles
Namun, hukum di Belanda menyebut bahwa seseorang yang secara sukarela mengambil kewarganegaraan lain berpotensi kehilangan status kewarganegaraan aslinya. Kondisi ini kemudian menjadi celah hukum yang dipermasalahkan oleh NAC Breda.
Klub tersebut menilai Dean James kini berstatus sebagai pemain non-Uni Eropa. Dengan status itu, ia seharusnya wajib mengantongi izin kerja sebelum bisa dimainkan di kompetisi resmi.
Rumor awal kasus paspor ganda yang menjerat Dean James berasal dari podcast sepak bola Belanda bernama "De Derde Helft". Informasi tersebut kemudian menyebar luas dan menjadi perhatian publik.
Kasus ini mencuat setelah salah satu presenter podcast tersebut, Rogier Jacobs, membahas status Dean James pada pertengahan Maret 2026. Ia menjelaskan bahwa pemain Belanda yang memilih membela negara lain berpotensi kehilangan kewarganegaraan aslinya sesuai aturan yang berlaku.
Dalam klip podcast itu, Jacobs bahkan menyebut dampak langsung yang mungkin terjadi bagi NAC Breda. “Jika NAC mengetahui hal ini dan mengajukan gugatan, pertandingan ini dapat dengan mudah berubah menjadi kemenangan bagi NAC,” ujarnya.
Klip tersebut kemudian didengar oleh pihak NAC Breda, termasuk Remco Oversier, yang langsung mengambil langkah lanjutan. Mereka berkonsultasi dengan pengacara sebelum akhirnya melayangkan protes resmi kepada KNVB.
Kasus ini ternyata tidak berdiri sendiri dan berpotensi meluas. Setidaknya ada sekitar 25 pemain lain di Liga Belanda yang diduga memiliki persoalan serupa terkait status kewarganegaraan ganda.
- Instagram - Neraysho Kasanwirjo
Jika gugatan ini dikabulkan, efek domino hampir pasti terjadi di seluruh liga. Klub-klub lain bisa mengikuti langkah NAC Breda dan memperbesar krisis yang tengah mengancam kompetisi.
KNVB pun telah mengeluarkan peringatan terkait kemungkinan terburuk yang bisa terjadi. Salah satu opsi ekstrem yang kini dipertimbangkan adalah menggelar ulang pertandingan secara massal demi menjaga integritas liga.
“Ini adalah insiden yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sepak bola Eropa,” tegas laporan Soha.vn. Pernyataan itu menggambarkan betapa seriusnya dampak kasus ini terhadap stabilitas kompetisi.
Sejumlah klub besar di Belanda kini dikabarkan mulai menyiapkan langkah hukum masing-masing. Mereka berupaya mengantisipasi kemungkinan kerugian jika jadwal liga berubah drastis.
Seluruh pelaku sepak bola di Negeri Kincir Angin kini menanti keputusan penting dari Pengadilan Utrecht. Putusan yang dijadwalkan keluar pada 4 Mei mendatang akan menjadi penentu arah nasib musim 2025/2026.
Ketidakpastian ini membuat masa depan kompetisi benar-benar berada di ujung tanduk. Semua pihak berharap ada solusi yang tidak merusak keseluruhan ekosistem sepak bola Belanda.
(sub)