- REUTERS/Phil Noble
Alasan Gabriel Magalhaes Jadi Penendang Penalti Penentu Arsenal di Laga Kontra PSG Terungkap
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, mengungkap alasan Gabriel Magalhaes menjadi penendang penalti terakhir di final Liga Champions. Itu menyebabkan mereka kalah dari Paris Saint-Germain.
The Gunners gagal mempertahankan keunggulan sejak berhasil membuka skor melalui Kai Havertz pada menit keenam. Pertandingan di Puskas Arena, Budapest pada Minggu (31/5/2026) dini hari WIB pun berjalan satu arah.
PSG terus mendesak Arsenal, yang merapatkan barisan di sepanjang laga. Namun, gawang mereka bobol akibat penalti yang diselesaikan oleh Ousmane Dembele pada menit ke-65.
Skor 1-1 menutup waktu normal dan kemudian hingga 120 menit. Duel pun harus ditentukan pada sesi adu penalti, yang ditutupi oleh kegagalan Gabriel Magalhaes.
PSG pun berhasil meraih gelar juara Liga Champions yang kedua secara beruntun. Sedangkan Arsenal masih belum pernah merasakan trofi Si Kuping Besar hingga kini.
Penunjukan Gabriel Magalhaes sebagai penendang penentu mengundang banyak pertanyaan. Terlebih, dia adalah seorang bek tengah yang tidak terbiasa memiliki akurasi menendang yang baik.
Namun, Mikel Arteta menjelaskan bahwa itu memang telah diputuskan sebelumnya. Sebab, dia sudah bersiap bahwa susunan penendang penalti akan sangat berbeda dengan pemain normal yang biasanya menjadi eksekutor, seperti Bukayo Saka, Kai Havertz, dan Martin Odegaard.
“Dia [Gabriel] ingin menendang penalti kelima. Kami telah melatihnya dan bersiap untuk momen ini. Normalnya, penendang penalti adalah Bukayo, Martin, dan juga Kai tentunya,” kata Arteta dalam konferensi pers, dikutip dari media Inggris Metro.
“Kami tahu bahwa penendangnya akan berbeda namun kami masih mendukung para pemain dan kualitas mereka karena dalam latihan, mereka tidak pernah gagal. Namun, Anda harus melakukannya dalam sebuah momen dan kami tak punya presisi yang sama seperti PSG,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Arteta juga mengakui kualitas PSG. Menurutnya, tim asuhan Luis Enrique telah dibangun dengan luar biasa.
“PSG adalah tim yang luar biasa dan saya mengucapkan selamat kepada mereka. Kualitas individu yang mereka miliki, cara mereka dilatih, mereka adalah tim papan atas,” katanya.
“Anda harus melewati emosi dan jika Anda merasa sakit, maka lewati rasa sakit itu. Pikirkan bahwa Anda bisa melakukan sesuatu yang lain, lalu belajarlah dari itu. Renungkan hal itu dan tunjukkan ambisi yang ingin kita miliki lagi,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Arteta tetap bangga dengan kiprah para pemainnya musim ini. Terlebih, mereka berhasil menjuarai Liga Inggris untuk pertama kalinya sejak 22 tahun yang lalu.
“Saya sangat bangga dengan tim ini, dengan musim yang telah kami lalui dalam keadaan seperti ini. Secara internal, kami tahu apa yang telah kami lalui,” tandasnya.
“Merupakan suatu kehormatan untuk mengelola kelompok pemain dan tim ini, bagaimana mereka menjunjung tinggi lambang klub ini dan seberapa besar dedikasi mereka. Kami meraih gelar besar [Premier League] dan gagal meraih gelar yang paling bergengsi,” pungkasnya. (rda)