- REUTERS/Alessandro Garofalo
Bruno Fernandes Blak-blakan Kritik Taktik Michael Carrick usai Manchester United Dibantai Como 1-4
Jakarta, tvOnenews.com - Kapten Manchester United, Bruno Fernandes, melontarkan kritik terhadap pendekatan taktik Michael Carrick setelah Setan Merah dipermalukan Como dengan skor 1-4. Kekalahan telak di Liga Champions itu semakin memperbesar tekanan terhadap sang pelatih.
Bruno Fernandes secara terbuka mempertanyakan keputusan staf kepelatihan yang tidak menerapkan pressing man-to-man ketika menghadapi tim asuhan Cesc Fabregas. Menurutnya, pendekatan tersebut membuat Como terlalu leluasa mengembangkan permainan sepanjang pertandingan.
Manchester United menelan kekalahan memalukan saat bertandang ke Stadion Giuseppe Sinigaglia, Italia, Rabu (21/10/2026). Hasil buruk tersebut sekaligus memperpanjang catatan tanpa kemenangan Setan Merah menjadi tujuh pertandingan di semua kompetisi.
Tim tuan rumah langsung mengejutkan Manchester United melalui gol cepat Nico Paz pada menit ketiga. Situasi semakin memburuk setelah Anastasios Douvikas menggandakan keunggulan Como pada menit ke-49.
- REUTERS/Alessandro Garofalo
Nico Paz kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-57 sebelum Jacobo Ramon menambah penderitaan tim tamu pada menit ke-76. Manchester United hanya mampu membalas melalui Joshua Zirkzee pada masa tambahan waktu babak kedua.
Seusai pertandingan, Fernandes tidak menutupi kekecewaannya terhadap permainan Manchester United. Gelandang asal Portugal tersebut secara khusus menyoroti keputusan staf pelatih dalam mengatur tekanan terhadap pemain Como.
"Ini adalah keputusan dari staf untuk tidak melakukan pressing man to man dan terkadang meninggalkan sedikit ruang di belakang, lalu mencoba merebut bola di saat-saat terakhir untuk menunggu mereka, untuk memberikan bola kepada mereka," kata Fernandes kepada TNT Sports.
Menurut Fernandes, memberikan terlalu banyak kesempatan menguasai bola kepada Como justru menjadi kesalahan besar. Situasi itu membuat pemain lawan semakin percaya diri, sementara Manchester United harus menghabiskan banyak energi untuk mengejar bola.
Ia menilai kondisi tersebut turut memengaruhi kemampuan para pemain Setan Merah ketika berhasil merebut kembali penguasaan bola. Kelelahan membuat Manchester United kesulitan membangun serangan maupun mengambil keputusan dengan cepat.
"Itu terserah manajer dan staf untuk menilainya. Itu bukan tanggung jawab saya, saya hanya mengatakan bahwa menurut saya terkadang kita harus lebih berani dalam menghadapi tekanan," katanya.