- REUTERS/Violeta Santos Moura
Gara-gara Komentar Mbappe soal Mao Zedong, La Liga Terancam Rugi Rp2 Triliun per Musim
Jakarta, tvOnenews.com - Kontroversi yang melibatkan bintang Real Madrid, Kylian Mbappe, berpotensi menimbulkan kerugian besar bagi sepak bola Spanyol. La Liga bahkan terancam kehilangan pendapatan hingga Rp2 triliun per musim apabila boikot dari China terus berlanjut.
Dilansir dari Diario AS, Rabu (28/10/2026), kerugian yang membayangi industri sepak bola Spanyol diperkirakan mencapai 100 juta euro setiap musim. Angka tersebut mencakup potensi kehilangan pemasukan dari hak siar, sponsor, hingga kerja sama komersial.
Persoalan ini bermula dari komentar Mbappe mengenai meme yang menampilkan wajahnya pada sosok Mao Zedong, pemimpin bersejarah China. Pernyataan pemain asal Prancis tersebut memicu kemarahan di negara Asia itu hingga berdampak pada hubungan bisnis sepak bola Spanyol.
Televisi pemerintah China kemudian menghentikan penayangan pertandingan La Liga dan konten yang berkaitan dengan Mbappe. Sejumlah perusahaan China juga memutuskan kerja sama komersial dengan penyerang Real Madrid tersebut.
Menurut laporan Diario AS, pendapatan hak siar La Liga dari pasar China diperkirakan mencapai sekitar 50 juta euro atau hampir Rp1 triliun setiap tahun. Nilai tersebut belum termasuk pemasukan dari sponsor dan berbagai proyek pengembangan sepak bola.
Ancaman kerugian ini tidak hanya membayangi Real Madrid sebagai klub yang diperkuat Mbappe. Barcelona dan sejumlah klub Spanyol lainnya juga mempunyai kepentingan bisnis cukup besar di China.
Real Betis, misalnya, menjalin kerja sama sponsor dengan perusahaan Gree hingga 2027 dan memiliki akademi sepak bola di Neijiang. Sementara itu, Espanyol bekerja sama dengan Kelme dan MaxHub, sedangkan Valencia mempunyai kesepakatan sponsor regional.
Situasi tersebut membuat La Liga khawatir mengalami kejadian serupa dengan kompetisi basket Amerika Serikat, NBA. Pada 2019, NBA menghadapi boikot China setelah eksekutif Houston Rockets, Daryl Morey, menyatakan dukungan terhadap demonstrasi di Hong Kong.
Menurut Diario AS, dampak perselisihan itu membuat hubungan penyiaran NBA di China terganggu dalam waktu panjang. Pengalaman tersebut menjadi perhatian La Liga karena China merupakan salah satu pasar penting dalam ekspansi internasionalnya.
Presiden La Liga, Javier Tebas, langsung mengambil langkah untuk meredakan ketegangan dengan menyampaikan permintaan maaf. Ia juga menemui Duta Besar China untuk Spanyol, Yao Jing, guna membahas penyelesaian persoalan tersebut.
La Liga diketahui memiliki kesepakatan strategis dengan Chinese Professional Football League (CFL) yang berlaku hingga 2029. Selain itu, terdapat kerja sama dengan China Media Group (CMG) yang berperan dalam penyiaran kompetisi sepak bola Spanyol.
Mbappe sendiri telah menyampaikan permintaan maaf atas komentarnya, tetapi langkah itu belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan. Hingga Rabu (28/10/2026), media pemerintah China masih mempertahankan penghentian siaran La Liga dan menilai penjelasan Real Madrid belum memadai. (fan)