Sudah Jatuh Tertimpa Tangga! Kylian Mbappe Gagal Raih Ballon d'Or 2026, Kini Kehilangan 2 Sponsor China
- REUTERS/Bruna Casas
Jakarta, tvOnenews.com - Nasib kurang beruntung tengah menimpa megabintang Real Madrid, Kylian Mbappe, dalam dua hari terakhir. Setelah gagal meraih Ballon d'Or 2026, kapten Timnas Prancis itu kini harus kehilangan dua sponsor besar asal China.
Mbappe sebelumnya harus mengakui keunggulan Harry Kane dalam perebutan Ballon d'Or 2026 yang berlangsung di London, Senin (26/10/2026). Penyerang Bayern Munich tersebut keluar sebagai pemenang, sedangkan Mbappe menempati posisi kedua.
Dilansir dari Reuters, Kane memenangkan penghargaan tersebut berkat performa luar biasa sepanjang musim 2025/2026. Penyerang Timnas Inggris itu mencetak 73 gol bersama klub dan negaranya, sekaligus mengakhiri penantian Inggris selama 25 tahun.
Belum selesai dengan kekecewaan tersebut, Mbappe kembali menerima kabar buruk dari luar lapangan. Dua perusahaan ternama China dilaporkan memutus kerja sama dengannya setelah komentar mengenai sebuah meme memicu kontroversi.
Mengutip laporan AFP yang dimuat France 24, Selasa (27/10/2026), kedua perusahaan tersebut adalah Dongpeng Beverage dan Mengniu Dairy. Keduanya mengumumkan penghentian kerja sama menyusul pernyataan Mbappe yang dinilai menyinggung sentimen nasional masyarakat China.
Kontroversi itu bermula ketika Mbappe menghadiri acara The Bridge bersama rekannya di Real Madrid, Aurelien Tchouameni. Dalam perbincangan santai tersebut, pemain berusia 27 tahun itu mendapat pertanyaan mengenai meme internet favoritnya.
Mbappe kemudian menceritakan sebuah meme yang memperlihatkan wajahnya diedit menjadi sosok yang disebut sebagai diktator China. Gambar tersebut diketahui merujuk kepada Mao Zedong, tokoh penting dalam sejarah berdirinya Republik Rakyat China.
Menurut media Spanyol, elDiario.es, pernyataan Mbappe langsung memancing reaksi negatif di media sosial China. Sejumlah pengguna Weibo mengecam komentar tersebut dan mendesak perusahaan lokal menghentikan kontrak iklan dengan sang pemain.
Kritik juga muncul dari Dongqiudi, salah satu platform sepak bola terbesar di China. Media tersebut menilai pernyataan Mbappe telah menyinggung perasaan masyarakat dan penggemar sepak bola China.
Situasi semakin memanas hingga Dongpeng dan Mengniu mengambil keputusan untuk mengakhiri kerja sama. Keduanya merupakan perusahaan besar yang sebelumnya menggunakan popularitas Mbappe untuk memasarkan produk kepada konsumen China.
Load more