- Lega Serie A
Insiden Memalukan di Liga Italia, Bintang Inter Milan Blak-blakan Minta Maaf ke Emil Audero
Jakarta, tvOnenews.com - Insiden memalukan mewarnai lanjutan pekan ke-23 Serie A. Kapten Inter Milan, Lautaro Martinez, secara resmi menyampaikan permintaan maaf kepada kiper Emil Audero menyusul aksi pelemparan kembang api dari tribun pendukung Nerazzurri yang mengarah langsung ke sang penjaga gawang.
Peristiwa tersebut terjadi dalam laga Cremonese vs Inter Milan yang digelar di Stadion Giovanni Zini, 2 Februari lalu. Seorang suporter Inter melemparkan petasan dari sektor tim tamu ke arah Emil Audero hingga meledak di dekat posisinya.
Akibat kejadian itu, pertandingan sempat dihentikan sementara. Emil Audero, kiper keturunan Indonesia, dilaporkan mengalami luka ringan dan bekas terbakar di bagian kaki. Meski demikian, Audero masih mampu melanjutkan pertandingan setelah mendapat perawatan dari tim medis.
Media Italia, La Gazzetta dello Sport, mengungkapkan bahwa pelaku merupakan pendukung Inter Milan yang terlalu bersemangat dan justru mengalami cedera serius di tangannya sendiri akibat ledakan petasan tersebut. Sementara itu, Corriere della Sera melaporkan bahwa pelaku bahkan kehilangan tiga jarinya akibat insiden tersebut.
Usai pertandingan, Lautaro Martinez turun tangan langsung. Sebagai kapten Inter Milan, penyerang asal Argentina itu menyampaikan permintaan maaf secara pribadi kepada Emil Audero. Permintaan maaf tersebut terasa lebih personal mengingat keduanya pernah membela Inter Milan sebagai rekan satu tim.
Lautaro menegaskan bahwa tindakan oknum suporter tersebut sama sekali tidak mencerminkan nilai, identitas, dan budaya yang dijunjung tinggi oleh Inter Milan. Ia juga menyampaikan rasa hormat serta simpati kepada Emil Audero atas insiden yang dialaminya.
Sikap Lautaro Martinez mendapat banyak pujian dari pengamat sepak bola Italia. Tindakan cepat sang kapten dinilai menunjukkan kepemimpinan kuat dan tanggung jawab moral di tengah situasi sulit yang dihadapi klub.
Meski demikian, Inter Milan diperkirakan tetap tidak akan lolos dari sanksi. Federasi Sepak Bola Italia berpeluang menjatuhkan hukuman berupa denda hingga larangan bagi suporter Inter untuk menghadiri laga tandang di masa mendatang.
Insiden ini kembali menyoroti isu keamanan stadion di Italia sekaligus menegaskan sikap tanpa toleransi terhadap segala bentuk kekerasan dalam dunia sepak bola modern.(lgn)