- REUTERS/Daniele Mascolo
Dari Divisi 4 ke Liga Champions, Mirwan Suwarso Ungkap Cara Como 1907 Bangkit: Kita Nggak Punya Fans
tvOnenews.com - Como 1907 asuhan Cesc Fabregas sukses mengamankan tiket Liga Champions pada pekan terakhir Serie A musim 2025-2026. Klub yang baru promosi musim lalu itu berhasil finis di atas AC Milan dan Juventus FC.
Como menembus empat besar setelah meraih kemenangan telak 4-1 atas US Cremonese. Hasil tersebut semakin sempurna karena Milan harus menelan kekalahan 1-2 dari Cagliari Calcio.
Sementara itu, Juventus sebenarnya sudah berada di ambang kegagalan sejak pekan sebelumnya usai kalah 0-2 dari ACF Fiorentina. Pada laga terakhir, Bianconeri kembali kehilangan poin setelah ditahan imbang 2-2 oleh Torino FC, hasil yang memastikan mereka gagal lolos ke Liga Champions.
- REUTERS/Daniele Mascolo
Como menutup musim di posisi keempat dengan koleksi 71 poin, unggul satu angka atas Milan dan dua poin dari Juventus. Pencapaian ini menjadi sejarah baru karena untuk pertama kalinya Como lolos ke kompetisi Eropa.
Menariknya, klub milik Hartono bersaudara itu mampu merebut tiket Liga Champions meski memiliki anggaran gaji pemain yang relatif kecil.
Ketika Cesc Fabregas datang ke Como, klub tersebut masih bermain di Serie B pada tahun 2022. Ia kemudian ikut membangun fondasi klub dari awal, termasuk merancang pusat latihan.
Keberhasilan ini semakin melengkapi sejarah Como setelah memastikan diri tampil di Liga Champions musim depan bersama AS Roma yang kembali ke kompetisi tersebut setelah absen tujuh tahun, serta Inter Milan dan SSC Napoli sebagai juara dan runner-up Serie A musim ini.
Di sisi lain, Presiden Como 1907, Mirwan Suwarso, menceritakan kondisi klub saat pertama kali diakuisisi.
"Kalau Como itu kan waktu kita take over di divisi 4, fansnya juga sudah menjadi fans Inter Milan atau AC Milan, yang jaraknya cuman setengah jam dari sini," ungkapnya, dikutip dari kanal YouTube Helmy Yahya Bicara.
"Sehingga untuk kita mencoba mencari pemasukan susah dong dari klub bolanya, orang kita nggak punya fans. Jadi yang paling mudah menggunakan apa yang paling terkenal yaitu danaunya sendiri yaitu Lake Como," lanjut Mirwan.
Ia menjelaskan, pada awalnya fokus bisnis mereka diarahkan pada pengembangan potensi wisata Danau Como.