news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Marc Klok berteriak merayakan gol.
Sumber :
  • PSSI

Curhat Marc Klok Terkait Pemain Keturunan di Timnas Indonesia: Kalau Bagus Dipuji, Jika Jelek Dihina

Gelandang naturalisasi Timnas Indonesia, Marc Klok curhat soal netizen yang sering mempersoalkan antara pemain keturunan dan lokal.
Rabu, 6 Maret 2024 - 18:27 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Gelandang naturalisasi Timnas Indonesia, Marc Klok curhat soal netizen yang sering mempersoalkan antara pemain keturunan dan lokal.

Klok mengatakan, beberapa pemain keturunan yang dinaturalisasi untuk bermain di Timnas Indonesia pernah mendapatkan sentimen negatif.

Termasuk Klok yang berstatus sebagai pemain naturalisasi dan sudah memiliki 19 caps bersama Timnas Indonesia.

"Saya masih ingat ada sedikit cerita terkait pemain naturalisasi," ujar Klok dikutip dari laman Kita Garuda, Rabu (6/3/2024).

Pemain andalan Persib Bandung ini mengungkapkan bahwa pujian dan sanjungan datang ketika bermain bagus dan skuad Garuda bisa memenangkan pertandingan.

Bahkan, banyak netizen yang berpendapat bahwa tim asuhan Shin Tae-yong itu seharusnya dihuni oleh pemain-pemain keturunan saja.

Pasalnya, pemain keturunan dinilai memiliki kualitas lebih dari lokal sehingga bisa mengangkat prestasi Timnas Indonesia.

"Waktu kita main buat negara kalau kita menang atau main bagus, semua 'oh kita butuh lebih pemain naturalisasi, kita tidak usah pakai lokal, itu yang bagus'," ucapnya.


Marc Klok. Foto: tvOnenews.com - Julio Tri Saputra.

Namun, ketika pemain keturunan dan Timnas Indonesia tampil buruk hingga kalah, beberapa netizen justru berkomentar negatif bahkan cenderung jahat.

Mereka, kata Klok, menilai bahwa seharusnya Timnas Indonesia diisi oleh pemain-pemain lokal saja karena keturunan tidak mampu mengangkat prestasi.

"Terus kita kalah kita jelek 'oh kita harus pakai lebih banyak pemain lokal tidak usah naturalisasi'," ucapnya.

Di media sosial, Klok mengatakan terlalu banyak orang yang terus memberikan komentar-komentar negatif terhadap pemain Timnas Indonesia.

"Terlalu banyak provokasi terlalu banyak hate terlalu banyak diferensiasi," ucap pemain berusia 30 tahun ini.

Salah satu momen yang masih teringat oleh mantan pemain PSM makassar ini adalah saat pemusatan latihan (TC) Timnas Indonesia.

Ketika itu, banyak pihak yang melihat bahwa skuad Indonesia terbagi menjadi dua antara pemain lokal dan keturunan.

"Waktu kita di TC selalu ada komparasi, 'oh kenapa pemain naturalisasi selalu bergabung bersama, pemain lokal bergabung bersama'," katanya.

Menurut Klok, tudingan tersebut sama sekali tidak berdasar karena di dalam tim para pemain saling berbaur seperti biasa.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:40
01:00
01:47
01:13
06:09
01:54

Viral