- FIFA
Bahrain Menyesal Pernah Remehkan Timnas Indonesia, Kini Justru Ketar-ketir Jelang Bertemu Skuad Garuda di Round 3, Sampai Bilang...
Belum lagi dengan hadirnya Maarten Paes yang baru-baru ini semakin memperkokoh Timnas Indonesia.
Bahkan, dalam waktu dekat Mees Hilgers dan Eliano Reijnders juga bakal segera bergabung.
Melihat line up menjanjikan Timnas Indonesia, membuat tim-tim unggulan macam Jepang, Australia, dan Arab Saudi tidak pernah menganggap Indonesia sebagai tim lemah.
Lebih lanjut, Bahrain menilai apa yang dilakukan Indonesia ini terlalu frontal.
Bahkan menurut mantan pelatih Bahrain U-23, Samir Chamam, Timnas Bahrain saat ini wajib memasukkan Indonesia ke dalam daftar hitam, sebagai tim yang berpotensi mengejutkan.
Pasalnya, tim yang sekarang dibentuk dengan skuad mayoritas pemain Eropa tentu sangat berbeda dari tim yang dihadapi pada 2012 silam saat mereka menang 10-0.
Ditambah dengan perkembangan sepak bola Indonesia yang saat ini juga semakin baik.
Oleh karenanya Samir Chamam mengingatkan pasukan Bahrain agar tetap waspada dengan tim Indonesia karena bagaimanapun ia menganggap peluang terbesar meraih poin adalah dari Indonesia.
"Di round ini semua pertandingan akan berlangsung pada level tertinggi dan kita juga harus mendapat performa terbaik dari semua tim yang ada," ucap Samir dilansir dari BFA TV.
"Kita memang tidak mengetahui permainan Indonesia dan kita juga tak tahu siapa pemain yang akan dipantau karena semuanya sudah berubah. Akan tetapi kita tidak akan hanya memantau satu pemain saja karena ini merupakan permainan tim," imbuhnya.
Sementara itu menurut pelatih timnas Bahrain Dragan Talajic yang meminta semua elemen Timnas Bahrain untuk tetap memasukkan nama Indonesia ke dalam daftar tim ancaman.
Sebab baginya jika sudah masuk di tahap ini semua tim sangat berpotensi saling mengalahkan dan punya peluang yang sama untuk menang, termaksud Indonesia.
"Dalam sepak bola setiap tim memiliki kesempatan untuk melakukan sesuatu sepanjang waktu. Orang-orang berpikir bahwa ketika Anda bermain Anda adalah tim yang tidak diunggulkan. Anda tidak akan pernah menjadi favorit. Kemudian apa yang terjadi adalah sesuatu yang muncul dari dalam diri Anda yang ingin menunjukkan bahwa orang-orang salah," ucap Dragan Talajic dilansir dari situs FIFA pada Mei 2024.