- Facebook - Ulsan HD
Tak Tahan Lagi, Jeje Bongkar Kelakuan Shin Tae-yong yang Di Luar Nalar Saat Laga Penting Timnas Indonesia: Harus...
tvOnenews.com - Nama Shin Tae-yong kembali ramai diperbincangkan publik usai mencuatnya berbagai isu terkait kabar pemecatannya dari posisi pelatih Timnas Indonesia.
Sejumlah spekulasi bermunculan, mulai dari dugaan konflik internal antar pemain, hingga keputusan-keputusan kontroversial di ruang ganti.
Untuk meluruskan berbagai isu tersebut, Jeong Seok Seo alias Jeje, yang merupakan penerjemah pribadi Shin Tae-yong akhirnya buka suara.
Melalui podcast yang diunggah di kanal YouTube Ruang Publik, Jeje akhirnya buka suara mengenai sikap 'di luar nalar' Shin Tae-yong saat menghadapi situasi menjelang laga penting.
Isu soal adanya konflik internal di skuad Garuda memang sempat berembus kencang.
Kala itu, muncul rumor bahwa ada pemain yang kecewa berat hingga mengancam keluar dari Timnas Indonesia jika Shin Tae-yong tak juga dipecat.
Namun, Jeje menegaskan dirinya tidak pernah mendengar langsung ancaman seperti itu.
“Jujur kalau masalah itu nggak dengar, tapi mungkin kata-kata lain yang saya dengar. Dan coach Shin pun nggak ada pilihan lagi harus bujuk-bujuk pemain ini yang mau pulang,” ungkap Jeje.
Pernyataan ini sontak membuat publik heran.
Pasalnya, dalam dunia sepak bola profesional, sangat jarang seorang pelatih sampai harus membujuk pemain agar tetap bertahan di tim, apalagi menjelang laga penting.
Jeje mengatakan, kejadian itu terjadi usai pertandingan melawan Bahrain, di mana tim harus segera bersiap menghadapi China dalam waktu lima hari.
“Jadi ya mungkin coach Shin juga memikirkan posisinya Pak Erick juga dan masalah media, masalah tim juga, ya akhirnya dibujuk-bujuk sampai dimainkan lagi gitu,” lanjutnya.
Menurut Jeje, STY bahkan sampai turun tangan sendiri untuk memastikan pemain tersebut tidak meninggalkan skuad di tengah kompetisi.
Shin Tae-yong disebut mendekati pemain dengan pendekatan personal, mencoba meyakinkan bahwa pulang di tengah turnamen akan menimbulkan dampak besar bagi nama baik tim dan federasi.
“Kamu mau apa nggak gitu? Tapi ternyata dia tetap nggak mau. Setelah itu nggak tahu yang bujukin dia siapa. Eh, ada beberapa pihak yang bujukin dia, jangan pulang. Kalau pulang sekarang bakal ada masalah besar. Pasti dong di media. Jadi, ya dia akhirnya nggak pulang,” cerita Jeje.
Pemain yang sempat ingin meninggalkan tim itu akhirnya tetap dipertahankan dan bahkan dipercaya sebagai starter saat melawan China.
"Dan ya oke lawan China. Tapi lawan China okelah harusnya karena dia levelnya oke,” ujar Jeje membenarkan.
Namun sayangnya, hasil pertandingan tersebut tidak berpihak kepada Indonesia.
Skuad Garuda harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor tipis 2-1.
Menurut Jeje, setelah kekalahan itu, muncul beberapa pihak yang mengkritik keputusan Shin Tae-yong soal susunan pemain yang diturunkan.
“Marah sih nggak tahu. Tapi ada yang komplain 'kok starting-nya gitu', terus kenapa? Itu kan wewenangnya head coach menurut saya. Kenapa lu pada yang harus ngatur gitu?” ujar Jeje.
Meski begitu, Jeje menegaskan tidak ada intervensi langsung dari federasi terkait siapa yang harus dimainkan dalam pertandingan berikutnya.
"Ada yang komplain ada, tapi nggak sampai suruh pertandingan berikutnya harus mainin ini atau main itu,” katanya menutup penjelasan.
Cerita Jeje ini memberi gambaran betapa rumitnya dinamika di balik layar tim nasional saat berada di bawah tekanan besar.
Tidak hanya soal taktik dan strategi, tapi juga soal mental, ego, dan hubungan personal antara pelatih dan pemain yang sering kali menentukan suasana ruang ganti. (adk)