- AFC & tvOnenews.com/Taufik Hidaya
Sindiran Menohok Shin Tae-yong untuk Patrick Kluivert, Blak-blakan Ungkap Penyebab Timnas Indonesia Gagal ke Piala Dunia 2026
tvOnenews.com - Harapan besar Indonesia untuk menembus Piala Dunia 2026 telah kandas di babak keempat kualifikasi zona Asia.
Dua kekalahan beruntun dari Arab Saudi (2-3) dan Irak (0-1) menjadi akhir dari perjalanan panjang skuad Garuda di bawah kepemimpinan baru Patrick Kluivert.
Hasil ini tentu meninggalkan jejak kekecewaan mendalam, bahkan bagi sosok yang sebelumnya memimpin tim ini, Shin Tae-yong.
- Antara/Hafidz Mubarak A/app/am
Shin Tae-yong, pelatih asal Korea Selatan yang pernah menjadi arsitek Timnas Indonesia sejak 2023, akhirnya buka suara.
Ia mengungkapkan rasa penyesalannya atas kegagalan skuad Garuda melangkah lebih jauh di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
STY menyinggung aspek persiapan dan kualitas permainan yang menurutnya menjadi penyebab utama tersingkirnya Indonesia.
“Ya, tentu saja saya merasa sayang sekali. Memang saya sudah bukan (pelatih) tapi saya sempat berpikir, kalau kami bisa persiapan sedikit lebih baik, mungkin bisa langsung lolos lewat babak ke-3,” ujar Shin Tae-yong, dilansir dari kanal YouTube Goalpost.
Pelatih 55 tahun itu menilai bahwa kegagalan Indonesia kali ini bukan sepenuhnya soal kualitas pemain, melainkan soal detail dan kesiapan taktis yang tidak matang.
“Harapan itu besar waktu itu. Tapi ya, sampai ke babak ke-4 saja saya pikir itu juga sudah cukup baik. Tapi gagal di babak ke-4 itu memang sangat disayangkan. Kalau saja mereka persiapannya lebih matang... Sangat disayangkan sekali,” lanjutnya.
Dalam wawancara tersebut, Shin Tae-yong juga menyoroti dua hal krusial yang menurutnya menjadi akar masalah Indonesia yakni tumpulnya lini depan dan kurangnya keberanian pemain dalam mengeksekusi peluang.
- AFC
Ia menilai bahwa sebenarnya permainan Indonesia tidak buruk, hanya saja kurang tajam saat berada di area berbahaya.
“Tentu saja karena mereka gagal ke Piala Dunia. Tapi secara permainan, seharusnya mereka lebih detail mempersiapkannya misalnya bagaimana menghadapi Irak, mereka kuat di bagian apa... Seharusnya lebih disiapkan,” ujar STY.
Menurutnya, pertahanan Indonesia sudah menunjukkan performa solid, namun sektor serang justru menjadi titik lemah yang tidak kunjung teratasi.
“Sebenarnya lini pertahanan Indonesia itu tidak buruk sama sekali... Mungkin yang kurang itu di lini depan, perlu pemain-pemain yang lebih punya power. Dan jika saja mereka lebih berani bertarung di lini depan, hasilnya pasti berbeda. Karena sebenarnya kesempatan untuk lolos itu ada, tapi kita gagal memanfaatkannya itu yang paling saya sesali. Padahal kesempatan tidak datang dua kali,” tambahnya dengan nada penuh penyesalan.
Sejak ditinggalkan Shin Tae-yong, Timnas Indonesia memang berada dalam situasi sulit.
Keputusan PSSI menunjuk Patrick Kluivert sempat dipandang sebagai langkah nekat, namun kini terbukti gagal.
Dua kekalahan di babak keempat mengubur impian Garuda untuk mencatat sejarah di Piala Dunia 2026.
- PSSI
Meski demikian, Shin Tae-yong masih menunjukkan optimismenya terhadap masa depan sepak bola Indonesia.
Ia percaya, dengan pembenahan menyeluruh dan persiapan yang lebih serius, mimpi itu bukan mustahil terwujud di masa depan.
“Tapi sekarang sepak bola Indonesia sedang dalam tren positif. Jadi kalau dipersiapkan sedikit lebih baik, saya pribadi percaya Indonesia bisa lolos ke Piala Dunia 2030,” tutupnya.
Ucapan Shin Tae-yong mungkin terdengar sebagai sindiran bagi tim kepelatihan Patrick Kluivert, namun di balik itu tersirat optimisme dan cinta yang besar terhadap tim yang pernah ia besarkan. (tsy)