- Fortuna Sittard Official
Salip Pemain Real Madrid hingga Como, Pemain Pilar Timnas Indonesia ini Menggila di Eropa
Data dari berbagai analisis teknis liga menunjukkan bek tak hanya dituntut bertahan, tetapi juga mampu membaca permainan, menjaga garis pertahanan, dan membangun transisi serangan, aspek yang mulai terlihat dalam gaya bermain Hubner.
Bek berusia 22 tahun itu dikenal dengan karakter bermain agresif, penuh keberanian, dan tidak ragu berduel fisik.
Ia sering tampil tanpa kompromi dalam situasi satu lawan satu.
"Ia tak ragu melakukan duel keras demi menghentikan laju serangan lawan," menjadi gambaran nyata dedikasinya di atas rumput.
"Gaya bermain ini membuatnya dijuluki “El Preman” oleh suporter Timnas Indonesia," sebagai bentuk kekaguman atas keberanian sang pemain.
Namun gaya bermain intens tersebut juga membawa konsekuensi.
Sepanjang musim ini Hubner telah menerima tujuh kartu kuning dan satu kartu merah akibat pendekatan defensifnya yang keras.
"Statistik ini menegaskan Hubner sebagai bek muda bermental baja yang berani mengambil risiko demi tim," tulis laporan tersebut.
Kombinasi kemampuan teknis, fisik kuat, serta mental berani membuat Hubner menjadi aset penting bagi masa depan Timnas Indonesia.
Pengalaman bermain di kompetisi Eropa memberi keuntungan besar dalam hal intensitas pertandingan dan standar taktik modern.
Pengembangan pemain diaspora di liga top Eropa memang sering dianggap membantu meningkatkan kualitas skuad nasional, terutama dalam menghadapi turnamen internasional dengan tempo tinggi.
Dalam konteks ini, performa Hubner menjadi sinyal positif bagi kedalaman lini belakang Garuda di masa mendatang.
Jika konsistensi ini terus terjaga, bukan tidak mungkin namanya akan semakin menguat sebagai salah satu bek kunci Indonesia sekaligus pemain Asia yang diperhitungkan di Eropa.
(tsy)