- Instagram @jhonattangillies
Pemain Keturunan Nepal-Kediri Ini Eligible Bela Timnas Indonesia, Kiprahnya di Hong Kong Curi Perhatian
tvOnenews.com - Nama Jhonattan Limbu mulai mencuri perhatian publik sepak bola nasional sebagai salah satu talenta diaspora yang berpotensi memperkuat Timnas Indonesia di masa depan.
Pemain muda yang saat ini meniti karier di kompetisi usia muda Hong Kong tersebut dinilai memiliki profil unik, baik dari sisi latar belakang keluarga maupun fleksibilitas bermain di lapangan.
Dengan status kewarganegaraan Indonesia yang sudah dimilikinya sejak lahir, jalan untuk memperkuat skuad Garuda terbuka tanpa hambatan administratif yang kerap menjadi kendala bagi pemain diaspora lain.
Jhonattan Limbu lahir di Kediri pada 28 Oktober 2005 dari ayah berdarah Nepal dan ibu asli Indonesia.
Sang ayah diketahui merupakan tentara Gurkha yang bertugas di Hong Kong, sementara ibunya berasal dari Wates, Kediri, Jawa Timur.
Kombinasi latar belakang tersebut membuat kisahnya cukup berbeda dibanding pemain diaspora lain.
Meski besar di luar negeri, ia tetap menjaga kedekatan dengan Indonesia, termasuk kemampuan berbahasa Indonesia dan pemahaman budaya Jawa yang diwariskan keluarga.
Kecintaannya terhadap tanah kelahiran juga tercermin dari kebiasaannya pulang kampung ke Kediri saat jeda kompetisi.
Hal ini memperkuat kedekatan emosional yang menjadi salah satu alasan ia membuka peluang membela Merah Putih.
Salah satu faktor yang membuat namanya menarik perhatian adalah status administratif yang sederhana.
Jhonattan memegang paspor Indonesia sejak awal sehingga tidak perlu menjalani proses naturalisasi ataupun perpindahan federasi jika mendapat panggilan tim nasional.
Situasi ini tentu menjadi opsi menarik bagi pelatih John Herdman, yang tengah memantau potensi pemain muda untuk memperkuat kedalaman skuad Garuda.
Jhonattan sendiri pernah menyampaikan kesiapannya membela Indonesia apabila mendapatkan kesempatan resmi dari federasi sepak bola nasional.
Berdasarkan data statistik sepak bola internasional, pemain ini kini tercatat membela tim muda Lee Man FC U-22 yang berkompetisi di HKPL U-22 League.
Perjalanan kariernya dimulai dari akademi Hong Kong FC, sebelum sempat memperkuat Club Colts, kemudian Sham Shui Po, dan RCFC.
Sejak Januari 2025, ia bergabung dengan Lee Man untuk melanjutkan pengembangan performa kompetitifnya.
Liga Hong Kong sendiri dikenal sebagai salah satu kompetisi profesional Asia yang berada di bawah naungan Asian Football Confederation, sehingga pengalaman bermain di sana memberikan eksposur sepak bola internasional bagi pemain muda.
Secara teknis, pemain berusia 20 tahun ini dikenal fleksibel dalam menempati beberapa posisi.
Posisi utamanya adalah penyerang sayap kanan, namun ia juga mampu bermain di sisi kiri maupun sebagai gelandang serang.
Kecepatan, mobilitas, serta daya tahan fisik menjadi keunggulan utamanya.
Kombinasi fisik tangguh dari garis keturunan Gurkha dan kelincahan gaya bermain Indonesia dinilai bisa menjadi nilai tambah bagi lini serang tim nasional.
Potensi tersebut menghadirkan opsi baru di tengah kebutuhan regenerasi pemain muda yang memiliki pengalaman bertanding di luar negeri.
Dengan profil, pengalaman internasional, dan keterbukaan untuk membela Indonesia, Jhonattan Limbu menjadi salah satu nama yang layak masuk radar pemantauan.
Kini perhatian publik tertuju pada kemungkinan apakah federasi dan tim pelatih akan melirik pemain ini sebagai bagian dari regenerasi skuad nasional di masa mendatang.
Jika perkembangan performanya terus meningkat, bukan tidak mungkin pemain berdarah Nepal–Kediri tersebut akan menjadi salah satu sosok diaspora berikutnya dalam perjalanan Timnas Indonesia.
(tsy)